tujuh Kisah Viral Pelanggar Protokol Kesehatan tubuh, Berkerumun hingga Nyawer Biduan Dangdut

0
83

BEKASI – Bervariasi daerah menerapkan peraturan yang bertentangan dalam memberikan sanksi terhadap pelanggar protokol kesehatan. Dari sanksi jarang sampai dengan sanksi yang sejenis berat.

Sanksi-sanksi yang diterapkan oleh setiap negeri daerah itu demi menekan nilai penyebaran virus corona atau Covid-19, yang belakangan ini kembali meningkat.

Terlebih lagi, Pemimpin Joko Widodo telah menerbitkan Inpres nomor 6 tahun 2020 tentang peningkatan disiplin dan penegakan lembaga protokol kesehatan dalam pencegahan dan pengendalian Covid-19.

Beragam sanksi bagi masyarakat yang melanggar penerapan protokol kesehatan antaralain teguran lisan atau tertulis, kegiatan sosial, denda administratif, penghentian atau penutupan sementara penyelenggaraan usaha.

Sanksi-sanksi itu berlaku bagi perorangan, pelaku usaha, pengelola, penyelenggara atau penanggung pikiran tempat dan fasilitas umum. Wadah dan fasilitas umum yang dimaksud tersebut adalah perkantoran, usaha, dan industri, sekolah, tempat ibadah, tumpuan, terminal, pelabuhan, bandar udara, pemindahan umum, kendaraan pribadi, toko, rekan modern dan tradisional, apotek & toko obat, warung makan, panti makan, cafe dan restoran, pedagang kaki lima, perhotelan, tempat wisata, dan fasilitas layanan kesehatan.

Inpres terhadap adat kesehatan ini nantinya akan diatur lebih lanjut dalam peraturan gubernur, bupati, atau wali kota. Kepala daerah bisa menyesuaikan kearifan lokal dari masing-masing daerah.

Meski sudah ada sanksi, nyatanya disiplin protokol kesehatan dikalangan masyarakat tampaknya masih terabaikan. Barangkali, karena masyarakat sudah jengah terhadap kondisi yang ada atau malah menganggap virus corona ini tak ada?

Itu terlihat dari masyarakat di bervariasi daerah memilih untuk euforia, seolah mengabaikan dan menyepelakan protokol kesehatan tubuh virus corona, yang saat tersebut menjukan peningkatan.

Dibawah ini adalah rangkuman Okezone pelanggar prokes di sejumlah daerah dengan sempat viral di media sosial:

1. Kafe Broker di Bekasi

Semacam yang baru-baru ini terjadi di Kota Bekasi. Masyarakat terlihat berkerumun di salah satu kafe di provinsi Galaxi, Kota Bekasi. Mereka terlihat berjoget dan berkerumun tanpa mengindahkan protokol kesehatan.

Pelanggar prokes itu pun tahu viral. Dalam video yang viral itu memperlihatkan warga tengah asik berjoget. Bahkan ada sampai dibopong dipunggung seolah tengah menyaksikan pementasan musik.

Mengucapkan Juga: Polisi Segel Kafe di Bekasi yang Izinkan Warga Goyang Berkerumun

Sesudah sempat viral karena melanggar protokol kesehetan, akhirnya kafe yang diketahui bernama Kafe Broker disegel aparat karena terbukti melanggar protokol kesehatan.

2. Pelanggar Prokes saat Kampanye

Dalam tengah situasi pandemi, pasangan calon Bupati Pohuwato Gorontalo, Saiful Mbuinga dan Suharsi Igirisa justru mendeklarasikan diri dengan menggelar konser dengan menciptakan kerumunan.

Konser yang diselenggarakan di lapangan Panua, Marisa, Pohuwato pada Kamis (3/9/2020) itu menciptakan kerumunan massa.

Dalam gambar yang dibagikan oleh akun Twitter @Irwan2syah, tampak seorang biduan pusat tampil di atas panggung.

Biduan dalam gambar itu berulang kali mengajak awak mengulang jargon dari pasangan calon Saiful Mbuinga – Suharsi Igirisa (SMS).

Gambar yang kemudian menjadi viral itu menuai sorotan warganet. Banyak dengan menyayangkan aksi deklarasi Saiful Mbuinga mengingat pandemi Covid-19 masih mengintai.

3. Konser Dangdut Wakil Ketua DPRD Tegal

Konser dangdut yang digelar Wakil Ketua DPRD Kota Tegal Wasmad Edi Susilo yang menunaikan acar pernikahan anaknya pada Rabu 23 September 2020 viral.

‎Konser dangdut dengan digelar ditengah peningkatan kasus virus corona atau Covid-19 menuai pancaran. Ribuan orang mendatangi acara yang digelar di Lapangan Kecamatan Tegal Selatan itu hingga menimbulkan kelompok.

Akibat konser ini, Kapolsek Tegal Selatan dicopot dari jabatannya. Selain itu, penjaga telah menetapkan Wakil Ketua DPRD Tegal Wasmad Edi Susilo sebagai tersangka.