Tingkatkan Kompetensi Guru, SMA Pradita Udara Gelar In House Training Ideal Pembelajaran

0
67

JAKARTA – Jadi upaya untuk meningkatkan kompetensi pengasuh, SMA Pradita Dirgantara, Boyolali, Jawa Tengah, menyelenggarakan In House Training “Model Pembelajaran”, pada Sabtu (17/10/2020). Kegiatan tersebut digelar dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

Plt Wakil Rektor Tempat Perencanaan dan Kerjasama Universitas Negeri Semarang, Dr Hendi Pratama MA, hadir sebagai pembicara dalam kegiatan itu.

Dalam sambutannya, Wakil Besar Sekolah bidang Akademik, M Ridwan Aziz, MPd menyampaikan, guru menetapkan meningkatkan kemampuan mengajar, khususnya dalam menggunakan berbagai model pembelajaran yang mengakomodasi siswa agar dapat berpartisipasi secara aktif dalam proses pembelajaran.

“Dengan diadakannya In House Training ini diharapkan dapat membekali guru dalam menghaki berbagai model pembelajaran yang nantinya dapat diterapkan dalam proses pembelajaran, ” kata Aziz dalam tanda tertulis yang diterima Okezone di Jakarta, Minggu (18/10/2020).

Sementara Hendi Pratama menyampaikan, implementasi model pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa dalam mencapai kompetensi dasar sangat penting.

“Sebagai seorang guru kita perlu melibatkan peran aktif & partisipasi dari siswa sehingga student-centered learning dapat diterapkan dengan baik, ” ujar Hendi.

Menurutnya ada beberapa hal dengan perlu diperhatikan dalam penerapan student-centered learning , yaitu siswa bertanggung jawab atas pembelajaran; guru memfasilitasi; siswa mencari tahu bahan yang tidak dibahas pada kelas; perbanyak pertanyaan terbuka; perbanyak studi kasus; serta kombinasi jarang pembelajaran individu dan pembelajaran beramai-ramai.

“Guru perlu untuk mempersiapkan beberapa hal pra mulai untuk mendesain pembelajaran di antaranya pembelajaran tersebut harus berfokus dalam aktivitas dan keterlibatan siswa, mengurangi proporsi ceramah pengajar (ceramah lestari dibutuhkan), memancing rasa penasaran anak, siswa harus bertanggung jawab semasa proses pembelajaran karena pengetahuan atau keterampilan yang melibatkan siswa lebih cepat dikuasai dan akan berdiam lebih lama, ” tutur Hendi.