Tabrak Protokol Covid-19, Sejumlah Pesta Ijab kabul Dibubarkan Polisi

0
81

MAUMERE – Aparat kepolisian dari Polres Sikka membubarkan sebesar pesta pernikahan di Kota Maumere, Jumat (25/9/2020). Alasannya pesta tersebut melanggar protokol kesehatan sehingga amtenar membubarkannya.

Berdasarkan pantauan, dipimpin Kanit SPKT Polres Sikka Ipda Abdul Gani, aparat mendatangi sejumlah pesta pernikahan di Jalan Patirangga Kelurahan Beru, Hidup Soekarno-Hatta, Kelurahan Kota Baru, & Lorong Firdaus dan Lorong Garuda di Kelurahan Kota Baru. Razia dilaksanakan mulai pukul 22. 00 Wita.

Pada Jalan Patirangga dan Jalan Soekarno-Hatta, suasana pesta sudah berangsur lazim. Tidak ada bunyi musik. Hanya ada kerumunan undangan dalam beberapa kelompok sambil menenggak minuman tradisional.

Suasana bertentangan di Lorong Firdaus di perempuan BK3D, dekat rumah Kepala Dinas Kesehatan Sikka. Dari jauh telah terdengar bunyi musik yang berpenat-penat.

Saat aparat kepolisian masuk ke tempat pesta, tampak undangan lagi ramai menari memasukkan irama musik. Mengetahui kehadiran polisi, mendadak musik dimatikan.

Sebagian besar undangan didominasi kaum muda. Mereka duduk di kelompok-kelompok. Tidak ada pengaturan tenggang duduk. Ada yang mengenakan kedok, tapi ada juga yang tidak.

Polisi lalu berkoordinasi dengan tuan pesta sambil meminta izin keramaian. Tuan pesta hanya menunjukkan surat pemberitahuan yang dikeluarkan Satgas Covid Sikka.

Karena tidak tersedia izin keramaian, ditambah tidak ada kepatuhan pada protokol kesehatan, petugas meminta acara dihentikan. Semua seruan yang ada pun pelan-pelan menutup diri.

Dari Jalan Firdaus, polisi beralih ke Jalan Garuda, yang tidak jauh sejak lokasi pertama. Di tempat tersebut suasana pesta juga sedang ramai. Undangan tengah menari sebebasnya tanpa menjaga jarak satu sama lain.

Polisi kemudian berkoordinasi dengan tuan rumah. Terang koordinasi cukup makan waktu karena saat itu tuan rumah sedangkan mempersiapkan seremoni adat perkawinan pengantaran pengantin ke kamar pengantin.

Setelah berkoordinasi, penjaga mengizinkan seremoni adat boleh dilanjutkan tanpa musik. Setelah itu acara pesta dihentikan.