Status Merapi Siaga, Kelompok Rentan dan Ternak Diungsikan Lebih Awal

0
58

SLEMAN – Status Gunung Merapi, terhitung mulai Kamis (5/11/2020) pukul 12. 00 WIB telah dinaik dari level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga).

Kepala Pelaksana Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) Sleman Joko Supriyanto mengatakan berdasarkan kontijensi bencana Merapi yang sudah disusun Pemkab Sleman, selain menyiapkan barak pengungsian, untuk pengungsian akan dilakukan bertahap.

Namun disaat pandemi COVID-19, untuk pengungsi dan akan digunakan mengikuti protokol kesehatan COVID-19. Selain itu, saat ada peningkatan status, maka kelompok rentan dan ternak akan diungsikan lebih dahulu. Yaitu mereka lansia, anak-anak dan difabel

“Data BPBD Sleman, ada sekitar 160 orang yang berasal dari kelompok rentan, sedangkan jumlah ternak masih dihitung, ” kata Joko, saat rapat koordinasi penannganan bencana erupsi Merapi, di ruang rapat bupati Sleman, Kamis (5/11/2020).

Joko menjelaskan untuk masing-masing barak yang dikelola oleh BPBD Sleman, berkapasitas 300 orang. Namun jumlah itu bila barak digunakan dalam kondisi normal. Sementara, selama kondisi pandemi COVID-19 maka barak hanya dibuat dengan kapasitas 120 orang.

Barak pengungsian di Sleman ada 34 tempat. 12 barak dikelola oleh BPBD Sleman dan 22 barak milik kalurahan. Selain itu gedung sekolah dan balai kalurahan juga akan digunakan untuk tempat pengungsian, jika barak yang ada tidak mampu menampung pengungsi.

“Diperkirakan, barak yang ada cukup digunakan untuk menampung pengungsi. Mengingat berdasarkan skenario yang ada, jumlah pengungsi tidak terlalu banyak, ” jelasnya.