Simak! Ini Aturan Perjalanan Selama Libur Panjang demi Mencegah Kenaikan Peristiwa Covid-19

0
58

JAKARTA – Satgas Penanganan Covid-19 telah berkali-kali mengingatkan masyarakat untuk di rumah saja. Namunm jelang masa liburan panjang Natal dan Tahun Baru 2021, masih banyak masyarakat yang memutuskan buat bepergian.

Juru Kata Satgas Penanganan Covid-19 Prof Resi Adisasmito menerangkan, untuk menekan penularan selama masa libur panjang, negeri telah mengatur mobilitas penduduk dengan berlaku selama 19 Desember sampai dengan 8 Januari 2020. Kejadian ini bertujuan, agar tren kemajuan kasus paska masa libur panjang Natal dan Tahun Baru 2021 dapat dicegah.

“Hal ini mengingat secara umum, terlihat adanya kenaikan tren kasus Covid-19 saat periode libur panjang, ditambah beberapa negara di benua Eropa dan Asia yang menghadapi ancaman second wave (pandemi), ” ungkapnya dalam keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 pada Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (22/12/2020), yang ditayangkan Kanal YouTube Tata usaha Presiden.

Peraturan erat tidak hanya dikeluarkan Indonesia sekadar. Melainkan, negara-negara di berbagai potongan dunia pun melakukan hal yang sama. Karena sebagian besar warga negaranya merayakan libur Natal dan Tahun Baru 2021. Beberapa negara disebutkan Wiku, seperti di Amerika Konsorsium (AS) melarang pelaku perjalanan untuk masuk ke negaranya, bagi pelancong yang bukan warga negara AS.

Larangan juga berlaku bagi pelancong yang tidak memiliki visa, maupun yang tidak dilegalkan menurut negeri dan dalam 14 hari belakang memiliki riwayat perjalanan ke negeri anggota Uni Eropa (European Union), European Free Trade Association, Brazil, China, Iran dan Inggris.

Negara lainnya yang menerapkan kebijakan serupa yakni Kanada memilih untuk memberikan otoritas di negara2 bagian, seperti di daerah Ontario dan Alberta yang memperbolehkan perayaan Natal hanya dengan orang dengan tinggal dalam satu rumah.  

Baca juga:   Wisatawan Tak Mampu Tunjukan Buatan Tes Antigen Dilarang Masuk Tanah air Bogor

Negara arah Quebec hanya memperbolehkan perayaan Natal dengan kebijakan moral contract, yakni berkumpul dengan kedatangan orang daripada berbagai daerah dengan syarat kudu melakukan isolasi seminggu sebelum dan sesudah perayaan.

“Sedangkan Inggris menerapkan pembatasan dengan pola yang disebut tier system, secara mengecualikan kunjungan dari tanggal 23-27 Desember, dengan syarat perkumpulan hanya boleh maksimal dengan 3 famili atau Christmas Bubbles, ” terang Wiku.