Salurkan Bansos Covid-19, Mensos Minta quot; Pak Posquot; Berangkat Lebih Pagi Pulang Lebih Malam

0
137

JAKARTA – Menteri Sosial Juliari Batubara meminta kepada PT Pangkalan Indonesia untuk berangkat kerja lebih pagi dan buka lebih malam.

Selain tersebut, Mensos menginstruksikan PT Pos untuk memperbanyak loket sehingga lebih banyak KPM terlayani, membuka layanan ke komunitas (kantor desa/kelurahan, sekolah, dan lain-lain); dan jemput bola ke rumah KPM yang lansia dan sakit.

Juliari sendiri memastikan penyaluran bantuan sosial tunai (BST) tetap akan berjalan dalam 2021. Pasalnya, pemerintah melihat konsekuensi pandemi Covid-19 belum sepenuhnya mereda.

“Bantuan sosial tunai kita akan jalankan dalam bulan Januari 2021. Namun era ini memang masih kita anggarkan dari Januri ke Juni selalu, ” ujar Juliari.

Politikus PDI Perjuangan itu mengatakan, penyaluran BST masih terus berjalan hingga Desember 2020. Dari total anggaran Rp32, 4 triliun, realisasi bansos jenis ini telah mencapai Rp25, 8 triliun. Ia pun optimis penyerapan anggarannya memenuhi target 100 persen.

“Insya Allah tersebut tidak akan menemukan kendala buat peneyrapan 100 persen, ” jelas Juliari.

Sementara itu, sejumlah bansos reguler lain akan terus disalurkan pada 2021 mendatang, di antaranya Program Tim Harapan (PKH) dan Bantuan Bertabur Non Tunai (BPNT).

“Untuk yang reguler (PKH-BPNT) (disalurkan) tentunya sepanjang tahun, Januari -Desember 2021 dengan indeks & target yang sama, ” nyata Juliari.

Juliari mengakui, sejalan dengan kebijakan nasional dalam penanganan Covid-19, pemerintah induk memberikan dukungan anggaran kepada Kemensos yang terus meningkat.

“Dari anggaran Kemensos Tahun Anggaran 2020 semula Rp62, 76 triliun, mengalami penambahan menjadi Rp104, 4 triliun dan kemudian Rp124, 76 triliun. Dan, terakhir mendapat penambahan menjadi Rp134, 008 triliun, ” katanya.

Dengan tekad untuk menegakkan good governance, anggaran yang terus menyusun itu, menurut Juliari, segera dibarengi dengan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip kaidah kelola yang baik, akuntabel serta transparan.

“Dalam Laporan Keuangan Kemensos Tahun Taksiran 2019, Kemensos mendapatkan opini Adil Tanpa Pengecualian (WTP). Ini adalah predikat WTP ke-4 kali berturut-turut dari Badan Pemeriksa Keuangan, ” ujar Mensos.