Risma Sebut 50% Pasien Covid-19 dalam Surabaya dari Luar Daerah

0
133

SURABAYA semrawut Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyebutkan, pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit Surabaya sebanyak 50 persen, adalah warga asing Surabaya. Kondisi ini seperti dengan terdeteksi di RS Soewandie serta RS BDH pasein Covid-19 sebab luar Surabaya datang langsung ke UGD.

Kalau pasien Covid-19 Orang Tanpa Gejala (OTG) dan pergi kemana-mana bagaikan ke warung makan. Tentu situasi tersebut membuat berat bagi awak Surabaya. Sebab dikhawatirkan tertular pada warga lain yang ada pada sekitarnya.

“Kalau dia OTG awut-awutan kemana-mana di Surabaya, misalnya ke warung makan dan tempat asing, tentu ini yang membuat berat kepada kami di Surabaya, ” terang Tri Rismaharini.

Baca juga:   Gugus Suruhan: Jika PSBB Berjalan Baik, Covid-19 Diprediksi Menurun Juni

Belum lagi, sambung Risma, kalau pasien Covid-19 itu membawa keluarganya. Sedangkan di salah satu keluarganya sudah ada yang positif.

“Sehingga ini berat ke kami. Itu yang awak sampaikan ke PERSI (Perhimpunan Rumah Sakit Indonesia) dan IDI (Ikatan Dokter Indonesia), ” ungkap Risma.

Baca juga:   Pakar Hukum: Sudah Waktunya Kesibukan Represif bagi Pelanggar PSBB

Risma berharap semuanya harus mengikuti protokol dan aturanya, supaya tidak semua orang harus dirujuk ke Surabaya dan diterima oleh rumah rendah di Surabaya.

“Kalau sedang-sedang saja dan masih bisa diatasi di daerah, kenapa harus dirujuk ke rumah lara di Surabaya? itu yang berat bagi kami dan sudah saya sampaikan ke PERSI dan IDI. Semoga segera ada solusi, ” tukas Risma.