quot; Realitaquot; Live di iNews serta RCTI Selasa Pukul 15. 00: Akal Bulus Demi Fulus

0
51

JAKARTA – Pandemi Covid-19 membuat penghasilan masyarakat menurun, makin tidak sedikit warga yang kehilangan pekerjaan. Akibatnya, mereka menghalalkan seluruh cara seperti seorang petani dengan nekad mencat cabe rawit pelit dengan cat warna merah.

Cabe rawit yang sedang muda itu, disemprot cat warna merah dan dijual dengan kehormatan antara Rp54 ribu sampai Rp60 ribu per kilogram. Siasat membongkar-bongkar keuntungan di saat tingginya kehormatan cabe rawit merah, berlangsung pada sejumlah pasar tradisional di Jawa Tengah.

Tak hanya cabe rawit merah yang dipalsukan, upaya pemalsuan juga terjadi pada madu. Tingginya permintaan madu selama pandemi corona, membuat penjualan madu meningkat tajam.

Peluang itu dimanfaatkan penjual bakso di Jakarta, alih profesi secara membuat madu palsu. Pelaku memproduksi madu palsu dengan bahan baku molasses, pewarna makanan dari limbah tetes tebu dan glukosa untuk mengentalkan cairan agar sepeti madu asli, serta fruktosa. Dampak penggunaan madu palsu bisa menyebabkan melempem diabetes, jantung bahkan bisa membuat kematian.

Namun, konsekuensi dari pemalsuan itu tak sudah dihiraukan oleh pelaku. Sama halnya saat para pelaku memalsukan tulisan hasil rapid test, sebagai salah satu syarat saat bepergian selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Ancaman penyebaran virus corona semakin meluas dan berpotensi menginfeksi beberapa orang. Hanya demi membongkar-bongkar kemudahan dan bebas bepergian, karakter nekat membuat surat hasil rapid palsu.

Selain surat hasil rapid palsu, pandemi corona juga dimanfaatkan sejumlah warga buat memalsukan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). STNK palsu ini pokok digunakan untuk mobil curian. Karakter menghapus data kendaraan asli, kemudian mengganti nomor kendaraan palsu maka menyerupai yang asli. Biaya melaksanakan STNK palsu antara Rp1, 5 juta sampai Rp2 juta. Serta pelaku bisa mengantongi uang per bulan Rp 200 juta sejak memalsukan STNK. Pandemi Covid-19 menyusun gelap mata dengan akal bulus mencari fulus.

Saksikan selangkapnya dalam “Realita” Selasa, 5 Januari 2021 pukul 15. 00 WIB secara langsung di stasiun televisi berita milik MNC Group, iNews. Ikuti pula program itu melalui aplikasi RCTI+ dan www.rctiplus.com.

(saz)