Presiden Jokowi Minta PBB Mereformasi Muncul

0
76

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat berpidato di Sidang Majelis Umum ke-75 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) berpesan supaya PBB mereformasi diri supaya mampu responsif menyelesaikan tantangan global. Seluruh negara anggota PBB memiliki tanggung jawab untuk memperkuat PBB.  

“PBB harus senantiasa membenahi diri, melakukan reformasi, revitalisasi, serta efisiensi. PBB harus dapat membuktian bahwa multilateralism delivered, termasuk bilamana terjadinya krisis. PBB harus lebih responsif dan efektif dalam menyelesaikan berbagai tantangan global, ” ujar Jokowi saat Sidang Umum ke-75 PBB secara virtual, Rabu (23/9/2020).

“Dan kita semua memiliki tanggungan untuk memperkuat PBB agar PBB tetap relevan dan semakin kontributif sejalan dengan tantangan zaman, ” tambahnya.

Baca Pula:   Presiden Jokowi Soroti Urusan Kedaulatan Wilayah di Sidang Ijmal PBB

Jokowi menegaskan, PBB bukanlah sekadar gedung dengan berdiri di kokoh di Kota New York, Amerika Serikat. PBB, kata Jokowi, adalah sebuah cita-cita untuk mewujudkan perdamaian dunia.

“PBB bukanlah sekadar suatu gedung di kota New York, tapi sebuah cita-cita dan komitmen bersama seluruh bangsa untuk mencapai perdamaian dunia dan kesejahteraan bagi generasi penerus. Indonesia memiliki anutan yang tidak tergoyahkan terhadap PBB dan multilateralisme dan multilatealisme ialah satu-satunya jalan yang dapat menyampaikan kesetaraan, ” tuturnya.

Baca Juga:     Kepala Jokowi: Indonesia Bersama Negara ASEAN Komitmen Jaga Perdamaian Kawasan

Selain itu, PBB selalu harus memerkuat kepemimpinan kolektif ijmal. Meskipun tiap negara selalu memperjuangkan kepentingan nasionalnya, namun negara tersebut juga memiliki tanggung jawab untuk menciptakan perdamaian dunia.

“Di sinilah dituntut kedudukan PBB untuk memperkokoh collective global leadership. Dunia membutuhkan spirit persekutuan dan kepemimpinan global yang bertambah kuat untuk mewujudkan dunia dengan lebih baik, ” pungkasnya.

(Ari)