Polisi Tangkap Bidan yang Membuka Pengerjaan Oborsi

0
62

PANDEGLANG – Bidan berinisial NN (47) dan perawat ER (38) ditangkap Khusus (Ditreskrimsus) Polda Banten. Keduanya ditangkap karena diduga menggelar praktik aborsi di klinik dengan ada di Desa Ciputri, Kecamatan Kaduhejo, Kabupaten Pandeglang.

Petugas melakukan penggerebekan di klinik milik NN pada 26 Oktober 2020. Sejumlah barang tanda diamankan. Di antaranya, peralatan untuk aborsi seperti baskom alumunium, gunting dan penjepit. Selain itu, perut botol kecil obat injeksi dan satu alat suntik.

Selain mengamankan seorang bidan dan perawat, polisi juga menyimpan seorang perempuan berinisial RY (23) yang diduga telah mengaborsi janinnya di klinik tersebut.

Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edi Sumardy mengutarakan, pengungkapan kasus praktek aborsi itu berdasarkan informasi dari masyarakat. Kemudian dilakukan penyelidikan dan menemukan RY dan pacarnya keluar dari klinik tersebut diduga telah melakukan pengguguran.

“Setelah kita lakukan pemeriksaan ternyata RY positif hamil. Saat ini ketiganya telah kita tetapkan sebagai simpulan, “kata Kabid Humas, Senin (2/11/2020).

Baca Selalu:   Anies Pastikan DKI Jakarta Siap Hadapi Lonjakan Kejadian Klaster Libur Panjang

Berdasarkan bukti pelaku, dirinya memasang tarif sejumlah Rp2, 5 juta bagi anak obat yang akan melakukan aborsi kandungannya. Saat ini pihak kepolisian pusat melakukan pendalaman terkait kasus aborsi yang dilakukan oleh Klinik Sentosa yang telah berdiri sejak 2006 tersebut. “Kalau terkait sejak teks membuka jasa aborsi kita masih melakukan pemeriksaan dan pendalaman, ” katanya.

Akibat perbuatannya telah melakukan tindakan pengguguran tersebut, tersangka diduga telah menentang pasal 194 Jo pasal 75 (2) Undang-Undang nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan dan ataupun pasal 346 dan atau urusan 348 (1) KUHPidana Jo Psl 55 (1) ke 1 KUHPidana. “Dengan ancaman pidana diatas lima tahun, ” katanya.

(aky)