Perkara Kerumunan Habib Rizieq, Ridwan Lengkap Singgung Perbedaan Kewenangan di Mencuraikan dengan DKI

0
49

JAKARTA – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menerangkan bahwa kewenangan Pemprov Jabar berbeda dengan Pemprov DKI Jakarta.

Dia pun menjelaskan, setiap kegiatan di daerah merupakan kewenangan bagi pemda di wilayah administratif tersebut sehingga Pemprov hanya berkelakuan koordinasi. Seluruh kewenangan yang bersifat teknis menjadi kewenangan bupati serta wali kota. Ia menjelaskan peristiwa tersebut terkait terjadinya kerumunan pengikut dalam acara yang dihadiri penggerak FPI, Habib Rizieq, di Megamendung, Bogor, beberapa waktu lalu.

“Jadi, ada ribuan kegiatan setiap tahun di seluruh Jawa Barat itu dikelolanya oleh bupati serta wali kota karena hubungan kurun bupati wali kota dengan gubernur itu koordinatif, ” kata Termuda Emil -sapaan akrabnya- di Gedung Sate, Bandung, Kamis (19/11/2020).

Emil menerangkan, Bupati Bogor Ade Yasin tidak wajib melaporkan setiap kegiatan yang ada di wilayah administratifnya.

“Jadi, tidak wajib melaporkan hanya sifatnya koordinasi. Lain halnya dengan polisi atau Kodam yang sifatnya komando di mana laporan harus langsung, ” ujar Kang Emil.

Sebelumnya, Ujung Emil memastikan kehadirannya ke Mabes Polri guna memberikan klarifikasi tempat kerumunan dari kehadiran Imam Tinggi FPI Habib Rizieq Shihab.

Ridwan Kamil dijadwalkan muncul ke Bareskrim pada Jumat 20 November 2020, pukul 09. 00 WIB. Dia menerangkan, kehadirannya ke Bareskrim untuk memberikan tambahan klarifikasi atas pelanggaran protokol kesehatan pada Megamendung, Kabupaten Bogor.

“Pak Gubernur Jakarta, Pak Anies Baswedan sudah memberikan klarifikasi. Beta sudah menerima surat ya kemarin sore, sama juga untuk dimintai keterangan. Jadi, bahasanya bukan diperiksa, tapi dimintai tambahan keterangan terpaut kejadian di Bogor, ” kata Kang Emil.