Pengungsi Merapi di Desa Tlogomele Berangkat Keluhkan Sakit

0
50

BOYOLALI – Sejumlah pengungsi Gunung Merapi di Desa Tlogolele, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali tiba mendatangi posko kesehatan, Selasa (10/11/2020). Mereka mengeluhkan pusing dan pegal linu sehari setelah tinggal di tempat penampungan pengungsian sementara (TPPS) di Desa Tlogolele.

Menurut Bidan Desa Tlogolele, Elvi Arum Dati mengatakan, pengungsi yang memeriksakan kesehatan rata-rata merupakan lansia.

“Mungkin dari rumah sudah ada fakta, di sini (posko kesehatan pengungsian) mulai periksa, ” ungkap Elvi Arum Dati saat ditemui di posko kesehatan TPPS Desa Tlogolele, Selasa (10/11/2020).

Baca juga:

Sultan HB X Minta Disediakan Ruang Khusus Cegah Covid-19 dalam Pengungsian Merapi

  Sultan HB X Minta Penanganan Erupsi Merapi Direncanakan Lebih Matang

Tercatat ada kira-kira 20 pengungsi diperiksa yang mengeluhkan pusing dan pegal linu diakui memang sering dialami lansia. Obat-obatan yang disediakan di posko kesehatan tubuh mencukupi meski sederhana, diantaranya obat pusing, vitamin, flu dan alergi.

Tercatat tersedia 133 pengungsi yang menempati TPPS Desa Tlogolele. Mereka berasal sebab empat dukuh yang berjarak 3-5 kilometer dari puncak Merapi. yakni Dukuh Stabelan, Dukuh Takeran, Desa Belang dan Dukuh Gumuk. Dengan kondisi Merapi yang berstatus siaga, kelompok rentan dari empat kampung tersebut diungsikan terlebih dahulu. Yakni lansia, balita, ibu hamil, anak-anak dan difabel.

Mengingat kini dalam kondisi pandemi Covid-19, maka para pengungsi diberi edukasi protokol kesehatan Covid-19.

“Kami menekankan untuk tetap melaksanakan 3M. Mencuci tangan secara sabun, memakai masker, dan memelihara jarak, ” tandasnya. Namun secara kondisi seperti ini, jagak jangka diakui sulit diterapkan.

(wal)