Pengikut Angkutan Umum Dibatasi saat PSBB Total, Ini Rinciannya

0
90

JAKARTA – Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo menerbitkan Surat Keputusan Kadishub DKI Jakarta Nomor 156 Tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Penyekatan Sosial Berskala Besar Bidang Transportasi pada Jumat 11 September 2020.

SK tersebut mengatur soal pembatasan kapasitas angkut di moda transportasi umum selama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Tinggi (PSBB) total. “Keputusan ini berlaku sejak ditetapkan, ” demikian SK 156/20 Kadishub DKI Jakarta bagaikan dikutip Okezone , Senin (14/9/2020)

SK 156/20 itu mengatur kapasitas Moda Raya Terpadu (MRT) sebanyak 60 orang per kereta. Kemudian, Lintas Raya Terpadu (LRT) 30 orang per kereta.

Kereta Rel Listrik (KRL) Jabodetabek 74 orang per kereta. Gerobak Api Jarak Jauh berkapasitas 25 orang per kereta untuk manajer, dan 30 orang per kereta untuk kelas bisnis dan ekonomi.

Tatkala Bus Transjakarta dibatasi 60 pemakai untuk bus besar, 30 karakter untuk bus sedang, dan 15 penumpang untuk bus kecil.

Baca Juga:   Jakarta PSBB Total, Penumpang Bus Gratis di Tumpuan Bogor Berkurang

Baca Juga:   Syekh Ali Jaber Ditusuk, MUI Minta Aparat Jamin Ketenangan Para Dai

Angkutan ijmal bus besar dan bus pantas wajib memisahkan penumpungnya untuk satu baris dua orang. Sedangkan, bus kecil yang mempunyai bangku berhadapan hanya diisi 6 penumpang secara rincian 1 penumpang di ajaran, 2 penumpang di sisi kiri belakang, dan 3 penumpang di sisi kanan belakang.

Kemudian, bus kecil berkursi 4 baris dibatasi dengan enam penumpang, bus kecil dengan kedudukan 5 baris dibatasi 8 pengikut, dan bajaj untuk 2 penumpang.

Untuk taksi atau angkutan sewa khusus berkursi 2 baris untuk 3 penumpang, sementara kapal angkutan ke Tanah Seribu 1 baris untuk besar penumpang. Dan untuk mobil bahan berkursi 1 baris untuk dua orang, dan mobil barang berkursi 2 baris untuk 3 karakter penumpang.

(aky)