Penderita Covid-19 Meninggal di Taksi Online, Ridwan Kamil Tegur Keras Satgas Depok

0
75

BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Ridwan Lengkap memberikan teguran keras kepada Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok menyusul kabar pasien Covid-19 meninggal pada taksi online akibat ditolak sebesar rumah sakit (RS) rujukan.

(Baca juga: Tragis! Anak obat Covid-19 Meninggal di Taksi Online Usai Ditolak Rumah Sakit)

Sebelumnya, laporan dari LaporCovid-19 & Center for Indonesia’s Strategi Development Initiatives (CISDI), pada 3 Januari 2021 lalu, menyebut ada seorang warga yang positif Covid-19 wafat dunia di dalam taksi online. Pasien itu berasal dari Praja Depok.

Sebelum wafat, pasien tersebut dikabarkan ditolak oleh 10 RS dengan alasan kawasan perawatan penuh. Saat itu, penderita sudah mengalami sesak napas serta membutuhkan ventilator serta penanganan dalam ruang ICU. Pasien pun kesimpulannya meninggal dunia dalam perjalanan.

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Jawa Barat itu menegaskan, pihaknya sengaja tidak menempatkan pasien Covid-19 bergejala ringan dalam RS rujukan, agar pasien bergejala sedang dan berat dapat cepat mendapatkan penanganan.

Dia menilai, terdapat kesalahan yang dilakukan oleh Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok dalam menganalisa tingkat keparahan pasien, termasuk menempatkan skala preferensi dalam penanganan pasien.

“Harusnya tidak terjadi karena gugus tugas harus memprioritaskan dan menganalisa keparahan pasien. Jadi, ada analisa yang tidak tepat karena jika dia sampai kayak gitu bermakna kan parah, ” tegas Ridwan Kamil dalam konferensi pers maya seusai Rapat Satgas Penanganan Covid-19 Jabar di Makodam III/Siliwangi, Tanah air Bandung, Senin (18/1/2021).

“Jadi, evaluasi untuk (Satgas Penanganan Covid-19) Kota Depok, ” teguran Ridwan Kamil.