Pemprov DKI Tingkatkan Tracing Covid-19 di Masa PSBB Transisi

0
60

JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan melaksanakan kegiatan tracing Covid-19 secara massif selama PSBB Transisi. Di sisi asing, kegiatan testing maupun upaya isolasi dan treatment di Rumah Lara (RS) akan terus ditingkatkan kapasitasnya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan pergerakan penduduk semenjak PSBB ketat terlihat menghunjam signifikan pada tempat rekreasi, taman, dan perumahan. Sedangkan di rekan, kantor dan pabrik, serta transportasi publik yang sempat menurun urusan virus coronanya, kembali naik di dalam 1 minggu terakhir.

Selain itu, terjadi penurunan proporsi penemuan peristiwa pada klaster perkantoran selama satu minggu terakhir. Namun, terjadi peningkatan penemuan kasus pada klaster keluarga/pemukiman. Kepatuhan protokol kesehatan di dunia rumah dan penguatan RT/RW/kader diperlukan.

Baca Juga:   Kasus Covid-19 Menurun, Anies Kembali Terapkan PSBB Transisi

Baca Juga:   Tunggu Hasil Swab, 30 Demonstran UU Ciptaker Diisolasi pada Wisma Pademangan

Sementara itu, untuk fasilitas kesehatan jumlahnya juga terus ditingkatkan, sebab 67 RS rujukan saat tersebut menjadi 98 RS rujukan, dilengkapi sebanyak 5. 719 tempat terbaring isolasi dan 766 tempat rebah ICU. Keterpakaian tempat tidur isolasi COVID-19 pada tanggal 10 Oktober sebesar 66% dan tempat tidur ICU COVID-19 sebesar 67%.

“Pemprov DKI Jakarta akan terus meningkatan 3 T sebagai antisipasi potensi pelonjakan. Untuk diketahui, jumlah orang dites di Jakarta terus meningkat seiring dengan bertambahnya kapasitas testing. Pada periode 3–9 Oktober, jumlah orang yang dites PCR mencapai 63. 474, sepadan dengan testing rate 6 per-1. 000 penduduk dalam satu minggu (6 kali lipat melebihi rate minimum yang ditetapkan WHO), ” kata Anies dalam siaran tertulisnya, Minggu (11/10/2020).