Pemkot Cirebon Masih Tunggu Kiriman Alat Rapid Test

0
120

CIREBON – Pemerintah Praja (Pemkot) Cirebon sampai saat ini masih menunggu kiriman alat rapid test . Rencananya, alat tersebut akan dipakai Pemkot Cirebon untuk mengetes warganya, pertama orang dalam pemantauan (ODP) buat mengetahui apakah mereka terjangkit virus corona (Covid-19) atau tidak.

“Kami masih menunggu barangnya (alat rapid test- red). Barangnya belum sampai ke daerah, ” cakap Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon, Edy Sugiarto kepada Okezone , Selasa (24/3/2020).

Edy menyampaikan, pihaknya ingin segera mengetes ODP pada Kota Cirebon. Sebab sampai masa ini, jumlah ODP di Tanah air Cirebon sudah mencapai sekitar 36 orang. Ia mengaku protap buat menangani ODP sudah dilakukan, tiba dari tracing persebaran Covid-19 oleh petugas surveilans, isolasi mandiri ODP, mengikuti menerapkan social distancing .

“Kenapa kami belum melakukan testing? Faktual kami ingin melakukannya yaitu rapid test itu. Semua sudah dikerjakan, mulai dari tracing oleh surveilans saya, isolasi sudah, social distancing juga telah, ” ujar Edy.

Lebih lanjut ia menerangkan, kebutuhan alat pelindung diri (APD) untuk tenaga medis di Praja Cirebon dalam penanganan Covid-19 sedang sangat kurang. Bahkan, bantuan APD yang sudah diberikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dinilai masih belum cukup memenuhi kebutuhan APD bagi tim medis di Kota Cirebon.

“Kita dapat bantuan APD hanya lima set. Di kami jumlah APD sudah Health SOS. Artinya masih kurang, ” ucapnya.

Baca Juga: Tangkal Corona, Jalanan dalam Kota Bandung Disemprot Disinfektan

Edy mengimbau pengusaha dan penjual alat kesehatan di Kota Cirebon tidak menimbun APD. Pasalnya, APD ini sangat dibutuhkan tenaga medis untuk melindungi dirinya dari Covid-19 ketika menangani pasien dalam pengawasan (PDP) ataupun pasien positif corona.

“Semua pengusaha tolonglah, ini darurat. Para penimbun-penimbun buka kerannya kami butuh APD untuk petugas medis. Ini seruan dari hati kami terdalam, tanpa sampai menimbun, ” tuturnya.

TogelCC