Pakar Kesehatan: CFD Bukan Prioritas, Tak Ada Hubungannya dengan Penanganan Corona

0
90

JAKARTA – Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Hermawan Saputra menyebutkan langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang tetap melaksanakan hari bebas kendaraan bermotor atau vehicle free day (CFD) sebagai langkah keliru. Pasalnya penambahan kasus baru Covid-19 di Jakarta masih terus terjadi.

“Tidak tepat ketika ada CFD yang ditutup secara besar-besaran dan namun malah dibuka, ” ujar Hermawan kepada Okezone , Jumat (26/6/2020).

Hermawan berujar, pembukaan CFD seharusnya tak menjadi prioritas. Karena CFD tak mempunyai hubungan dengan penanganan ekonomi yang merupakan skala prioritas pemerintah saat ini.

“Saya harus menyampaikan CFD tidak merupakan prioritas. Jadi enggak ada hubungan sama penanganan Covid-19, ” tuturnya.

Dia juga khawatir nantinya area CFD malah menjadi klaster baru penyebaran Covid-19 di Ibu Kota.

“Sangat rentan (klaster baru). Karena CFD membuat orang bersama dalam satu waktu dan lokasi dengan tujuannya bagi berolahraga, namun malah mudarat dalam situasi saat ini, ” katanya.

Sebagaimana diketahui, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah memutuskan meniadakan sementara penyelenggaraan car free day (CFD) atau Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di Sudirman-Thamrin, pada Minggu 28 Juni 2020.

Kendati demikian, Pemprov DKI telah menyiapkan 32 lokasi CFD baru agar warga tak berkerumun saat berolahraga. DKI juga tetap menggelar 7 lokasi yg biasa menggelar CFD selain Sudirman-Thamrin.

Lihat Juga: DPRD DKI: Masa Transisi Agak Riskan Membuka CFD

“Jadi ada seven lokasi HBKB, kemudian ada twenty five ruas jalan non HBKB, ” kata Kadishub DKI Jakarta Syafrin Liputo, Kamis 25 Juni 2020.

Menurutnya, ke-32 lokasi CFD itu berlangsung pada 8 titik di Jakarta Pusat, 8 titik di Jakarta Barat, 6 titik di Jakarta Utara, dan masing-masing 5 titik di Jakarta Timur dan Jakarta Selatan.

Baca Juga: Car Free Day Sudirman-Thamrin Ditutup, Ini 32 Lokasi CFD Minggu Depan

(erh)

Loading…