Negeri Antisipasi Potensi Tsunami dan Gempa Bumi Dahsyat

0
66

JAKARTA – Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, pemerintah telah mengantisipasi daya kejadian tsunami akibat gempa bumi megathrust seperti yang pernah terjadi di Aceh sejak tahun 2008.

(Baca juga: Gempa dan Tsunami 20 Meter di Selatan Jawa, BMKG: 20 Menit Sampai Daratan! )

Ia menjelaskan, sistem peringatan pra yang dibangun di BMKG benar disiapkan untuk memonitor dan mengantisipasi kejadian gempa bumi, termasuk gempa bumi megathrust dengan Magnitudo (M) mencapai lebih dari M9.

“Dan memberikan peringatan dini potensi datangnya gelombang tsunami di dalam waktu 3-5 menit setelah peristiwa gempa bumi, sistem monitoring serta peringatan dini tersebut yang dioperasikan dengan Internet of Things (IoT) dan diperkuat oleh super computer dan Artificial Intelligent (AI), ” lanjut dia.

“Secara otomatis dapat menyebarluaskan informasi keterangan dini tsunami ke masyarakat dalam daerah rawan gempabumi dan tsunami, melalui BNPB, BPBD, media massa, ataupun beberapa moda diseminasi (sms, email, website, sosial media), ” tambahnya.

Dwikorita menambahkan, penyebarluasan peringatan dini tsunami itu masih akan menyisakan waktu sekitar 15-17 menit untuk proses evakuasi, apabila waktu datangnya tsunami diperkirakan dalam waktu 20 menit.

Menurut dia, adanya penelitian yang ditindaklanjuti dengan peringatan pra belum dapat sepenuhnya menjamin kejayaan upaya pencegahan terjadinya korban spirit dan kerusakan akibat tsunami, tanpa kesiapan masyarakat, pemerintah daerah serta seluruh pihak terkait.

“Masih sangat diperlukan kesungguhan negeri daerah dan masyarakat setempat bersama-sama pemerintah untuk melakukan berbagai siasat kesiapan pencegahan bencana. Langkah tersebut harus didasarkan pada edukasi kelompok agar mampu melakukan perlindungan & penyelamatan diri terhadap bencana gempabumi dan tsunami, juga meresponse rujukan dini secara cepat dan langsung, ” jelas Dwikorita.

Ia menambahkan, peran media pula sangat penting dan efektif di dalam mensosialisasikan dan mengedukasi masyarakat dengan tepat, untuk meningkatkan kewaspadaan tanpa menimbulkan kepanikan.

Selain itu, kesiapan pemerintah daerah juga sangat penting dalam menyediakan instrumen dan prasarana evakuasi, peta menyedihkan bahaya gempa bumi dan tsunami, jalur dan tempat evakuasi.