Mesin Pribadi Boleh Berboncengan saat PSBB di Jakarta, Tapi Ada Syaratnya

0
186

JAKARTA – Motor pribadi diperkenankan untuk berboncengan ketika diterapkannya status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), di DKI Jakarta terkait pemutusan lengah rantai Covid-19 atau virus corona.

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya, Kombes Sambodo Purnomo Yogo melahirkan, kendaraan roda dua diperkenankan berboncengan namun harus mengikut persyaratan tertentu.

“Dalam Pasal 18 Pergub ini mengacu pada ini juga, Pasal 18 Ayat 5 maka penggunaan sepeda motor, mesin pribadi berboncengan itu masih diperbolehkan asalkan baik pengguna maupun dengan dibonceng itu semuanya wajib menggunakan masker serta sarung tangan, ” kata Sambodo, Jakarta, Sabtu (11/4/2020).

 

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta, Syafrin Liputo menambahkan pengendara sepeda motor pribadi diperbolehkan berbocengan asal memiliki domisili alamat tempat susunan yang sama dengan pengemudi.

Hal ini mengacu pada Undang-undang Nomor 6 Tarikh 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan, Susunan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2020 tentang PSBB dalam Rencana Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019, dan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 9 Tahun 2020 tentang Pedoman PSBB.

“Untuk roda dua karakter selain untuk pengendara juga mampu mengangkut penumpang tapi dengan catatan bahwa penumpang tersebut satu petunjuk dengan pemilik kendaraan. Tujuannya masa ini roda dua juga oleh karena itu moda utama para pekerja pada Jakarta unutk melakukan kegiatan sehari-hari, ” ujar Syafrin.

Meski begitu, untuk pengendara ojek online tetap tidak diperbolehkan berboncengan. Mereka hanya diperkenankan mengakut logistik dan barang.

“Pengaturan roda dua online sudah dijelaskan dengan baik cuma untuk pengangkutan logistik atau barang, ” tutup dia.

(wal)

Let’s block ads! (Why? )