Menikahi 2 Wanita Sekaligus, Pria Itu bak Sultan Berdiri di Pelaminan

0
47

MUBA – Seorang pria asal Musi Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel) menikahi 2 wanita sekaligus. Video pernikahannya pun viral di media sosial.  

Video berdurasi 30 detik dan 7 detik tersebut diunggah oleh satu diantara konten kreator @sumsel. 24 tanda, sekitar pukul 14. 00 WIB. Dalam video, sang pria terlihat bak sultan diapit dua perempuan di atas pelaminan.

Ke-2 mempelai wanita pun bernyanyi bersama-sama di pelaminan sambil mengapit adam tersebut yang sesekali mengusap matanya dengan tisu, Sabtu 26 Desember 2020. Informasi yang dihimpun, perjamuan pernikahan itu diketahui terjadi di tempat mempelai pria, Desa Talang Piase, Kecamatan Lawang Wetan, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumsel.

Baca Juga:   Heboh Adam Menikah dengan 2 Wanita Sekaligus, Kompak Menyanyi di Pelaminan

Mempelai pria bernama Suhuan, sementara istrinya bernama Anggun Andini dan Vopi Anggraini. Keduanya tercatat sebagai warga Desa Tebing Bulang dan Rantau Sialang, Kecamatan Kali Keruh.

Camat Lawang Wetan, P Candra, membenarkan kalau kegiatan resepsi pernikahan dalam video tersebut terjadi di kecamatannya. Tetapi, untuk akad nikah dilangsungkan dalam Kecamatan Sungai Keruh.

“Iya benar resepsinya disini, tali untuk akad nikahnya pada kediaman mempelai wanita. Keduanya ialah warga Kecamatan Sungai Keruh, ” katanya.

Dijelaskan Candra bahwa belum dapat membaca secara rinci pernikahan 1 adam dan 2 wanita sekaligus tersebut dapat terjadi. Sejauh ini, dirinya masih menunggu keterangan dari bagian desa.

“Informasi baru sebatas nama dan domisili saja. Sementara yang lainnya belum tahu, ” jelasnya.

Baca Juga:     Pakai Sandal Jepit saat Beli HP Mahal, Pengusaha Kaya Ini Tak Dilayani

Meski begitu, dalam waktu dekat pihak sejak Kecamatan Lawang Wetan akan memanggil kepala desa setempat sekaligus menganjurkan nasihat kepada pengantin yang terlibat.

“Kita serupa imbau bagi warga tetap patuhi protokol kesehatan saat menyelenggarakan perhelatan. Meskipun kita berada di kawasan hijau corona, ” pungkasnya.

(Ari)