Menghadap PSBB, Warga Masih Antusias Berolahraga di SUGBK

0
99

JAKARTA – Warga Jakarta berbondong-bondong berolahraga di Stadion Pokok Gelora Bung Karno (SUGBK) di akhir pekan menjelang pelaksanaan Penyekatan Sosial Berskala Besar (PSBB) mutlak.

Berdasarkan pantauan Okezone di lokasi, Minggu (13/9/2020), kawasan SUGBK tampak diramaikan oleh warga. Mereka tampak mematuhi aturan kesehatan, seperti menggunakan masker, melestarikan jarak, dan tidak membawa bani kecil.

Di bibir itu, petugas SUGBK juga terang bersiaga di seluruh titik. Mereka bertugas untuk menegakkan protokol kesehatan tubuh kepada para pengunjung. Seluruh tamu yang masuk ke areal SUGBK wajib hukumnya memakai masker. Aparat pun melakukan pemeriksaan suhu tubuh kepada tiap pengunjung.

Pengelola SUGBK juga menyekat pengunjung yang masuk ke areal ring road maksimal 1. 000 orang per satu jam. Jika satu jam telah usai mereka harus bergantian dengan pengunjung lainnya dipandu oleh petugas. Pintu menyelundup ke areal ring road terletak di Gerbang A.

Di sana, petugas keamanan sudah bersiaga untuk memberikan bahan dan menegakkan protokol kesehatan pada pengunjung. Selain itu fasilitas membersihkan tangan seperti wastafel portable dan hand sanitizer disediakan.

“Nanti ya Mas kepala jam lagi masuknya, gantian, ” ucap salah seorang petugas ketenteraman.

Seorang tamu SUGBK, Santi (32), mengaku rutin berolahraga di sini setiap minggu. Ia mengatakan sistem pembatasan sosial di SUGBK sangat efektif buat menekan penularan virus corona. Selain itu petugas yang bersiaga selalu snagat informatif.

“Efektif sistem pembatasan ini, petugasnya juga ramah, dan fasilitas cuci tangan disediakan, tinggal kita pintar-pintar menjaga jarak saja, ” ujarnya.

Santi berharap SUGBK tidak ditutup selama PSBB total yang mulai diterapkan esok. “Kita berharap tidak ditutup, yang penting sistemnya (di SUGBK) seolah-olah sekarang ini karena sudah betul efektif, ” imbuh Santi.

Sebagaimana diketahui, Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengatakan Ibu Kota akan menerapkan PSBB seperti awal corona. PSBB tersebut diketahui sangat ketat sebab sejumlah fasilitas publik ditutup.

Anies menuturkan penerapan PSBB seperti semula ini aliran dari melonjaknya kasus positif corona di Jakarta. Ditambah lagi ketersediaan tempat tidur di rumah kecil rujukan yang kian menurun. Untuk kondisi ini, Pemprov DKI terpaksa menarik rem darurat untuk mematikan penularan Covid-19. Kebijakan itu tiba berlaku Senin (14/9/2020).

Namun demikian kebijakan PSBB total yang diinisiasi Anies ini menuai kontroversi. Akhirnya pengumuman formal mengenai PSBB di Jakarta mau diumumkan oleh Satgas Covid-19 serta Pemprov DKI sore nanti.

(kha)