Mendikbud Bangga Banyak Guru Antusias Menyimak Program Berbasis TIK

0
84

JAKARTA – Gajah Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengaku bangga arah tingginya minat para guru untuk mengikuti program Pembelajaran berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi atau TIK (PembaTIK) yang digagas oleh Kemendikbud.

“Saya ingin menyampaikan betapa bangganya saya ketika mengetahui program pelatihan guru PembaTIK tahun ini diikuti lebih sejak 60. 000 guru, atau seribu persen peningkatannya dari pertama kegiatan ini diselenggarakan dua tahun lalu, ” kata Nadiem dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (15/9/2020).

Patuh Nadiem angka keikutsertaan guru pada program Pembelajaran berbasis TIK tersebut adalah sebuah pencapaian yang istimewa. Bahkan hal itu menjadi suatu penanda banyak guru yang mau meningkatkan kemampuan mengimplementasikan teknologi ke dalam proses pembelajaran, terutama dalam masa pandemi Covid-19.

“Situasi saat ini memaksa kita supaya lebih keras serta lebih cerdas sehingga pembelajaran bisa berlangsung. Oleh karena itu, kompetensi guru dalam penguasaan teknologi menjadi krusial, ” terang Nadiem.

Nadiem menegaskan sosok guru merupakan bibit penggerak pelajaran. Ia menginginkan guru-guru dapat berinisiatif dan memiliki semangat tinggi untuk meningkatkan kompetensinya menghadapi tuntutan kala. “Tantangan di masa depan bukan berarti akan lebih mudah, ” ungkapnya.

Bertambah lanjut Nadiem berharap semangat mengangkat royong pada masa pandemi Covid-19 dapat diteruskan agar para pengasuh lebih siap beradaptasi dan jadi melakukan tindakan.

“Saya berharap semangat gotong royong yang semakin mantap di masa pandemi ini, bisa kita teruskan agar kita lebih siap beradaptasi, siap melakukan tindakan. Tidak lagi menunggu perubahan itu terjadi, ” tuturnya.

Membaca Juga:   Dihukum, Pelanggar Protokol Kesehatan Malah Senyum-Senyum dan Selfie

Sementara Pemangku tugas (Plt) Pusdatin Kemendikbud, Hasan Chabibie menyatakan harapannya agar para peserta akan lebih komunikatif di berbagi kemampuan yang dimiliki, jalan dalam bentuk menulis artikel, membuat video-video pembelajaran atau memfasilitasi komunikasi efektif.

“Duta inilah yang akan menjadi wakil dalam pemanfaatan TIK yang tersedia di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Mereka akan secara kolaboratif dan sinergis berbagi ilmu, pengalaman & bertukar wawasan dengan semua instruktur dari seluruh Indonesia, ” jelasnya.