Megawati Heran Kerap Dituduh Komunis

0
85

JAKARTA – Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri mengaku heran dengan beberapa orang yang kerap menuduhnya sebagai orang yang berideologi komunis. Padahal, partai yang dipimpinnya, sebutan dia, sangat jelas menganut kesimpulan nasionalis.

Bertambah jauh dari itu, Soekarno, dengan merupakan orangtuanya turut menjadi target dari tuduhan-tuduhan tersebut. Menurutnya, hal-hal seperti itu merupakan sebuah keanehan.

“Pancasila itu lah wadah kita berpijak untuk politik. Kita ini partai nasionalis, semua inspirasinya datang dari proklamator kita dengan orang boleh saja enggak suka. Malah Bung Karno pernah tatkala waktu dibilang komunis, saya anaknya dibilang komunis, saya kalem aja. Lho aneh kan, ” katanya di acara Sekolah Calon Kepala Daerah (Cakada) Gelombang II Menuju Pilkada Serentak 2020 secara virtual, Rabu (26/8/2020).

Bahkan, kata Megawati, Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang merupakan bakal partai berlogo banteng itu kerap mendapatkan tuduhan yang sama. Atas hal itu, dia mempertanyakan dimana pola pikir logis dari orang yang mengucapkan kata tersebut.

“Orang yang enggak senang selalu bilang beta PKI. Pak Jokowi juga dibilang PKI. Nalarnya itu kemana?, ” katanya.

Selain heran dicap sebagai orang yang berideologi komunis, Megawati juga ganjil saat ada sekelompok orang dengan meminta Jokowi agar turun dibanding jabatannya sebagai Presiden. Padahal, sebutan dia, terpilihnya Jokowi sebagai Pemimpin itu terjadi atas kehendak dengan diberikan oleh rakyat dan telah sesuai dengam mekanisme yang tersedia.

“Berbicara itu hati-hati, mulut itu pikiran anda. Bayangkan, Jokowi harus mundur, lho saya sampai mikir, siapa dengan milih dia, terus ada orang bilang suruh mundur. Mekanismenya benar jelas dipilih oleh rakyat, ” tuturnya.

(kha)