Mahfud MD Rekomendasikan Struktur Organik Ketenangan Papua Dilengkapi

0
45

JAKARTA – Tim Gabungan Pencari Keterangan (TGPF) Intan Jaya telah selesai mencari informasi, dan fakta terpaut serangkaian penembakan dan pembunuhan di Intan Jaya Papua.

Sejalan dengan itu, Gajah Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD telah memberikan rekomendasi kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar menutup stuktur keamanan di beberapa wilayah Papua.

Situasi itu dikatakannya usai secara formal menerima hasil investigasi TGPF Permata Jaya yang telah bekerja semasa kurang lebih 17 hari, terbatas tanggal 1 hingga 17 Oktober.

“Dengan temuan ini, Menko Polhukam pun menyarankan kepada pemerintah, kepada presiden, kepada TNI-Polri agar daerah-daerah yang sedang kosong dari aparat pertahanan & keamanan yang sifatnya organik supaya segera dilengkapi, ” kata Mahfud daat konferensi pers di Jawatan Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Rabu (21/10/2020).

Mengaji juga:

TGPF Intan Jaya Akan Serahkan Buatan Investigasi ke Menko Polhukam   

TGPF Selesai Kumpulkan Data Kasus Penembakan di Intan Jaya

Hasil Investigasi TGPF, Menko Polhukam: KKB dalam Balik Kasus Pembunuhan di Permata Jaya   

Lebih lanjut, Mahfud menuturkan, saat para-para anggota TGPF berada di Papua, didapati fakta bahwasanya masih banyak struktur organik pertahanan tersebut yang merangkap tugas. Bahkan, sambungnya, tersedia pula suatu daerah yang persis sekali tidak memiliki struktur itu.

“Jadi dalam sana itu masih banyak daerah yang tidak ada aparatnya. Tersedia beberapa yang merangkap, dua kawasan, masih kosong, dan sebagainya. Itu kan untuk menjamin keamanan, ” tuturnya.

Mahfud memastikan, hasil daripada pencarian keterangan dan data TGPF untuk menghasilkan terang sebuah serangkaian peristiwa. Menurutnya, hasil investigasi TGPF bukanlah buat kepentingan pembuktian hukum, karena untuk pembuktian sudah masuk ke di dalam ranah aparat penegak hukum.