M Taufik Bela Anies soal Penggolongan Bansos Warga Jakarta Terdampak Covid-19

0
112

JAKARTA – Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohammad Taufik mengatakan, pihaknya tak setuju dengan anggapan pemerintah pusat yang menilai Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan lepas tangan terkait pembagian bantuan baik (bansos) kepada 1, 1 juta warga selama penerapa pembatasan baik berskala besar (PSBB) di wilayah Ibu Kota.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam rapat virtual dengan DPR RI pada Rabu 6 Mei 2020 menyatakan bahwa Pemprov DKI Jakarta meminta pemerintah pusat untuk menanggung dana bansos 1, satu juta warga Jakarta pada periode dua ini dengan alasan keterbatasan dana. Bansos gelombang pertama sudah terlaksana dan ditanggung pemprov. Namun untuk gelombang selanjutnya, pemprov ingin pemerintah pusat yang menanggung.

Menurut dia, penilaian itu keliru. Sebab, Anies sudah terlebih dahulu menyalurkan bansos sebelum PSBB dimulai, yaitu pada 9 hingga 24 April 2020.

“Jadi ceritanya mesti diluruskan dulu. Sangat keliru kalau Anies dibilang lepas tanggung berat soal pembagian bansos. Justru saya lebih dulu membagikan bansos, ” kata Taufik dalam keterangan terekam kepada wartawan, Jumat (8/5/2020)

Ia menilai bahwa Pemprov DKI amat siap di dalam menanggulangi dampak Covid-19 dari jurusan kesehatan maupun ekonominya. “Untuk penggolongan bansos, Pemprov DKI sudah siapkan anggaran Rp700 miliar. Jadi yang mana letak lepas tanggung jawabnya perkara bantuan bansos?, ” ujarnya.

Baca Juga:   Bawaslu Ingatkan Tumenggung Klaten Tak Ulangi Pencitraan di Bansos Corona

Ia menodong pemerintah pusat tak mempersoalkan adanya kesamaan data penerima bansos dengan dimiliki oleh pemerintah pusat serta Pemprov DKI. Meski sesungguhnya ada klaster-klaster tertentu yang membedakan penerima bansos pemprov dan Kemensos. Saat ini, yang terpenting masyarakat itu tak kelaparan dan menunjukkan kalau negeri ada untuk rakyatnya.

“Saya kira enggak perkara kalau warga dapat bansos dua kali dari pemerintah pusat & Pemprov DKI, dalam minggu yang berbeda. Yang salah itu jika pembagian bansosnya dilakukan berbarengan di dalam hari yang serupa, minggu yang setara juga, ” kata dia.

(aky)