Lonjakan Kasus Corona di Jakarta Catatkan Rekor, Ruang Gerak Harus Dibatasi

0
112

JAKARTA – DKI Jakarta kembali mencatatkan rekor penggandaan kasus konfirmasi positif virus corona (Covid-19) tertinggi di Indonesia. Tersedia penambahan sebanyak 686 kasus pasti corona dalam waktu satu hari pada Sabtu, 8 Agustus 2020.

Menanggapi kejadian tersebut, Dewan Pakar Ikatan Pandai Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Hermawan Saputra mewanti-wanti pemerintah khususnya Provinsi DKI Jakarta agar hati-hati di mengambil kebijakan yang berkaitan secara penanganan Covid-19.

“Jadi memang, yang harus dilakukan pemerintah DKI, pertama, hati-hati ambil kebijakan, jangan gampangan, ” kata Hermawan saat dikonfirmasi Okezone, Minggu (9/8/2020).

Menurut Hermawan, sudah saatnya Pemprov DKI Jakarta kembali menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Jika tidak, Hermawan memprediksi kasus corona di Jakarta akan terus mengalami lonjakan di setiap harinya.

“Menurut saya tiada jalan asing, sebenarnya harus dibatasi ruang garit. Selama ada ruang gerak, semesta area dibuka, ini kasus terbang terus dan akan selalu terjadi pemecahan rekor nanti secara angka-angka, ” bebernya.

Baca Juga:   Penyandang Tuli Terkendala Akses Fakta di Tengah Pandemi Corona

Hermawan mengaku kerap mengingatkan Pemprov DKI setiap mengambil kebijakan bilamana pandemi Covid-19. Salah satunya, kondisi kebijakan pemberlakukan ganjil-genap di Jakarta.

“Seperti kecendekiaan ganjil-genap kami sudah mengingatkan, akan tetapi jangan digampangkan. Bahwa kebijakan tersebut selalu berkonsekuensi apalagi kalau seluruh area dan sektor kehidupan dibuka, keramaian bagaimanapun kita gunakan protokol kesehatan, tetap resiko penularan itu terjadi dimana-mana, ” papar Hermawan.

“Jadi, harap kiranya pemerintah betul-betul tidak teledor, dengarkan pendapat para pakar, jangan hanya melihat dari sisi ekonomi, karena ini virus sudah menjadi ancaman, ” pungkasnya.

(aky)

Loading…