Lapis Kepala Negara yang Positif Covid-19 Usai Meremehkan Pandemi

0
64

JAKARTA – Pandemi Covid-19 kini menyebar hampir ke seluruh dunia. Hingga Senin 6 Oktober, sekira 35 juta orang sudah tertular virus yang berasal dari Wuhan China tersebut.

Satu juta nyawa manusia pun melayang selama pandemi berlangsung. Namun, masih banyak orang yang abai dan meremehkan Covid-19. Tak terkecuali para pimpinan negara.

Berikut beberapa kepala negara yang tertular Virus Corona usai meremehkan Pandemi Covid-19, seperti dikutip lantaran Koran Sindo Edisi 7 Oktober 2020:

1. Jair Borsalino

Presdien Brazil, Jair Borsalino terinfeksi Covid-19 dalam 7 Juli 2020. Kini pimpinan tertinggi di Brazil itu sudah dinyatakan sembuh. Namun, pandemi pada Negara Samba masih menjadi perkara serius.

Tercatat, kasus positif di Brazil hingga 6 Oktober 2020 sudah makan 4, 9 juta orang dengan 21. 663 diantaranya meninggal negeri. Rasio kematiannya pun bisa dibilang tinggi, 689 orang per kepala juta penduduk.

Selama pandemi berlangsung, Borsalino dasar terkenal dengan komentar kontroversialnya soal Pandemi Covid-19. Menurutnya Pandemi Covid-19 terlalu dibesar-besarkan.

“Ada juga masalah Virus Corona, yang, menurut saya, terlalu dibesar-besarkan, kekuatan destruktif dari virus itu, ” jelas Borsalino sebelum ia terinfeksi Covid-19.

2. Boris Johnson

Pertama Menteri Inggris Boris Johnson terkena Covid-19 pada 27 Maret 2020 dan sudah dinyatakan sembuh. Tetapi, Boris sempat mengeluarkan komentar kontroversial soal Virus Corona sebelum terkena.

“Saya kira tak ada salahnya (bersalaman) & sosialisasi seperti itu selama kita dapat menjaga kebersihan diri, ” jelas Boris sebelum terinfeksi.

Kini, kasus Virus Corona di Inggris terus meningkat. Total sudah 515 ribu karakter terinfeksi virus ini, dengan 42. 369 orang meninggal dunia.

3. Alexander Lukashenko

Presiden Belarusia, Alexander Lukashenko pernah mengklaim ketidakpercayaannya pada Virus Corona. Bahkan ia mengaku rela mati berdiri karena ketidakpercayaannya terhadap virus ini.

“Tidak ada wabah Covid-19 pada sini. Saya lebih baik tewas berdiri daripada hidup berlutut, ” jelasnya.

Tetapi, sejak 28 Juli 2020, Lukashenko dinyatakan positif Covid-19. Hingga kini, kepala Negara Belarusia itu sedang belum dinyatakan sembuh.

Kasus Virus Corona dalam Belarusia sendiri jadi salah kepala yang tertinggi di eropa secara jumlah pasien positif mencapai 81. 090 orang. 868 diantaranya meninggal dunia.

4. Donald Trump

Terbaru, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump positif terinfeksi Covid-19, setelah terang-terangan menolak untuk percaya dan tunduk pada protokol kesehatan.

“Warga AS jangan bimbang dengan Covid-19 dan jangan bimbang untuk beraktivitas di luar vila, ” jelasnya sebelum tertular Covid-19.

Sejak 2 Oktober 2020, Trump dinyatakan positif Covid-19 dan belum dinyatakan segar. Kasus Covid-19 di AS pun menjadi satu diantara yang terbanyak pada dunia dengan jumlah pasien menyentuh 7, 68 juta. Satu juta lebih warga AS sudah wafat akibat virus ini.

(kha)