Langgar Physical Distancing, Kemenhub Sanksi Operator Angkutan Udara dan Bandara

0
132

JAKARTA – Kementerian Relasi (Kemenhub) memberikan sanksi terhadap pengingkaran yang dilakukan operator penerbangan akan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 18 Tahun 2020 tentang Pengendalian Pemindahan dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19. Kemenhub melalui Ditjen Perhubungan Udara telah memberikan sanksi kepada operator angkutan udara dan operator bandara, pada Selasa (19/5/2020).

“Berdasarkan investigasi yang dilakukan penilik kami, terdapat pelanggaran berkaitan dengan physical distancing yang dilakukan operator pikulan udara dan operator bandar hawa, ” kata Juru Bicara Departemen Perhubungan Adita Irawati, dalam data tertulis, Selasa (19/5/2020).

Ia menyampaikan, operator angkutan udara melanggar keyakinan yang tertera pada Pasal 14 poin b mengenai pembatasan total penumpang paling banyak 50% sejak jumlah kapasitas tempat duduk dengan penerapan jaga jarak fisik ( physical distancing ).

“Kepada operator angkutan udara yang terbukti melanggar, kami memberikan sanksi berupa pembekuan permisi di rute-rute penerbangan yang menentang tersebut, ” ucap Adita.

Ia menjelaskan, selain kongsi penerbangan, Ditjen Perhubungan Udara menganjurkan sanksi kepada operator bandara.

“Berdasarkan PM 18 Tarikh 2020, operator prasarana transportasi tetap menjamin penerapan protokol kesehatan bersifat sterilisasi rutin melalui penyemprotan awahama dan jaga jarak fisik ( physical distancing ). Hasil investigasi kami menunjukkan terdapat pelanggaran terhadap penerapan physical distancing oleh operator bandara sehingga kami menyampaikan surat peringatan agar hal serupa ini dapat diantisipasi dengan jalan dan tidak kembali terulang, ” tutur Adita.

Adita menegaskan, Kemenhub akan menangani tegas setiap pelanggaran yang dilakukan para pemangku kepentingan transportasi hawa.

“Kami harap seluruh stakeholder penerbangan nasional dapat mematuhi patokan dan regulasi yang berlaku, terlebih lagi kita tengah menghadapi wabah yang terus memakan korban nyawa. Kami tegaskan, tidak ada pemaafan sedikit pun terhadap sekecil apapun pelanggaran yang dilakukan terhadap peraturan dan regulasi penerbangan nasional, ” ucap Adita.

Dia mengimbau para pengguna moda pemindahan udara untuk dapat berperan rajin dalam menjaga keselamatan, keamanan, serta kenyamanan penerbangan.

“Seluruh peraturan dan regulasi penerbangan itu kami rancang untuk memastikan kalau transportasi udara tidak menjadi sarana penyebaran Covid-19 di Indonesia. Seluruh stakeholder harus mematuhi aturan serta regulasi yang ada dan menyadari operasi penerbangan dikecualikan ini untuk memberikan layanan kepada masyarakat dengan tetap menjaga protokol kesehatan, ” tutur Adita.

(erh)