Klaster Covid-19 Pernikahan di Semarang, Rumah Sempit dan Tamu Padat

0
138

SEMARANG – Jumlah tamu undangan pada pernikahan di Kota Semarang, Jawa Tengah, yang menjelma klaster baru penyebaran Covid-19, dinilai tak mematuhi protokol kesehatan. Selain itu, lingkungan rumah mempelai rani yang digunakan untuk prosesi akad nikah juga relatif sempit.

“Dari keluarga mempelai rani itu ada 20-an, tapi membangun nikah itu 2 keluarga. Nah yang dari keluarga laki-laki ini mungkin jumlahnya lebih dari itu, ” ujar Kepala Dinas Kesehatan tubuh Kota Semarang, dr. Abdul Hakam, kepada awak media, Selasa (23/6/2020).

  Baca juga:   Pernikahan di Semarang Jadi Klaster Penyebaran Virus Corona, 10 Orang Positif 

Menurutnya, ijab kabul yang digelar di Kelurahan Tambakrejo Kecamatan Gayamsari pada pertengahan Juni itu juga tak mematuhi Susunan Wali Kota Semarang. Meski sudah diberi kelonggaran, namun jumlah tamu undangan dalam hajat pernikahan dibatasi maksimal 30 orang.

“Kalau kemarin protapnya itu 30 (tamu undangan), tersebut berarti sudah melanggar. Apalagi kalau melihat situasi rumah itu sepan, enggak luas, ” lugasnya.

  Baca juga:   Kronologi Pernikahan Berujung Duka Kelanjutan Covid-19 di Semarang 

Sekadar diketahui, Pemerintah Kota Semarang kini menerapkan Pembatasan Kegiatan Asosiasi (PKM) Jilid ke-IV mulai 22 Juni 2020 hingga 8 Juli 2020. Kelonggaran diberikan untuk bermacam-macam kegiatan masyarakat mulai ibadah mematok pernikahan.

Masa sebelumnya hajatan atau pesta ijab kabul, jumlah tamu undangan dibatasi dihadiri 30 orang, maka di PKM Jilid ke-4 diizinkan lebih penuh. Pada ruang yang representatif, perhelatan pernikahan boleh dihadiri maksimal 50 tamu.

“Kalau sekarang kan sudah 50 (tamu undangan) tapi harus dilihat zaman ruangannya. Kalau ruangannya sempit sungguh jangan dibuat 50 (orang), ” pungkasnya.

(wal)

Loading…