Kesadaran Masyarakat Nyoblos Tinggi, KPU Tertib Jam Kedatangan ke TPS

0
117

JAKARTA – Ketua Upah Pemilihan Umum ( KPU ) Arief Budiman mengatakan, pantauan lapangan menunjukkan tingginya tingkat kesadaran (awareness) masyarakat soal pencoblosan Pemilihan Kepala Daerah ( Pilkada ) serentak pada 9 Desember 2020 meningkat.

Pihaknya pun berharap kerja sama daripada berbagai pihak untuk menegakkan metode protokol kesehatan diperkuat.

“Kita mengatur agar jam kehadiran tak bersamaan. Adanya fasilitas basuh tangan, sarung tangan ketika mencoblos sehingga terlindungi ketika pegang tulisan suara hingga menyentuh meja kedudukan. Ini perlu dikabarkan sehingga masa semua pihak mematuhi protokol kesehatan tubuh, ” ujar Arief, Senin (7/12/2020).

“Bagi kami, tak ada yang perlu dikhawatirkan terkait penyebaran Covid-19 pada saat kegiatan pencoblosan jika protokol kesehatan tubuh dipatuhi, ” tegasnya.

Baca Juga:     Perkara Video Telur dan Wajan, Tuan: Ora Ming Aku, Jeneng Anak-Anakku Dicatut 

Hal itu disampaikan Arief saat menanggapi hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) terkait pelaksanaan pilkada serentak 2020.

Arief mengaku, tingginya tingkat kesadaran masyarakat soal pencoblosan pilkada 9 Desember memang meningkat, apalagi kesibukan KPU seperti distribusi logistik selalu bisa disaksikan oleh masyarakat. Hal seperti ini membuat pengetahuan masyarakat akan pilkada juga meningkat.

Baca Juga:     Pilkada Serentak 2020, Begini Aturan Baru Nyoblos di TPS

Pihaknya juga optimistis soal tingkat partisipasi masyarakat, jika tahu tren sebelumnya. Hasil survei SMRC, rata-rata tingkat partisipasi 74%. Tetapi catatan KPU sejak pemilu 1999, sejak 2014, ada kenaikan kontribusi pemilu nasional. Bahkan pada Pilpres 2019 lonjakannya cukup tinggi yaitu hingga 81, 9 persen.

“Apakah tren kemajuan pemilu nasional ini akan berlaku juga di pemilu kepala kawasan yang nuansanya berbeda? Kalau dilihat 2015, angka rata-rata partisipasi 63%. Yang serentak itu kan pilkada tahun 2015, 2017, 2018. Awak mencatat trennya juga naik. Pilkada terakhir angka rata-ratanya 72%. Memang belum mencapai target nasional, tetapi trennya meningkat, ” urai Arief.