Kemenag Pastikan Sidang Isbat Penentuan Mula Ramadhan Digelar Sesuai Protokol Kesehatan

0
154

JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) mengisbatkan akan menerapkan protokoler kesehatan pencegahan virus corona (Covid-19) untuk memasang awal Ramadhan 1441 Hijriah sehingga tidak semua perwakilan hadir dengan fisik di Kemenag.

“Sesuai protokol kesehatan, kami membatasi undangan untuk hadir di sidang isbat kali ini. Nantinya, sidang hanya dihadiri Menag serta Wamenag, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Abdullah Zaidi, serta Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto, ” kata Direktur Urusan Petunjuk Islam dan Pembinaan Syariah, Ditjen Bimas Islam Agus Salim di keterangannya, Kamis (23/4/2020).

“Peserta dari unsur pimpinan ormas Islam kita undang untuk mendaftarkan sidang isbat melalui aplikasi pertemuan dalam jaringan, ” ucapnya.

Menurut Agus, peliputan jika dilakukan secara terbatas. Kemenag bekerjasama dengan TVRI untuk menjelma TV pool agar dapat disiarkan media lainnya secara luas. “Kami juga memanfaatkan medsos Kemenag buat melakukan live streaming , ” tuturnya.

Ia menjelaskan, tingkatan sidang isbat dilakukan sebagaimana tahun sebelumnya. Sesi pertama dimulai pukul 17. 00 WIB, berupa pemaparan posisi hilal Awal Ramadhan 1441 Hijriah oleh anggota Falakiyah Kemenag Cecep Nurwendaya.

“Setelah Magrib, sidang Isbat dibuka Menteri Agama RI, dilanjutkan keterangan data hisab dan hasil rukyatul hilal dari 82 titik pada seluruh Indonesia, ” ujar Agus.

“Hasil wasit isbat akan diumumkan Menteri Agama secara telekonferensi dan disiarkan tepat TVRI sebagai TV pool serta live streaming medsos Kemenag, ” tuturnya.

Menyuarakan Juga: Sidang Isbat Penentuan satu Ramadan Dibagi 3 Sesi, Beserta Rinciannya

Sidang isbat dihadiri selalu Plt Sekjen Kemenag Nizar, Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin, serta jajaran eselon II Ditjen Bimas Islam.

(erh)