Jokowi Ingin Vaksinasi Covid-19 Berjalan Berbarengan dengan Kedisiplinan Masyarakat

0
46

JAKARTA – Pemerintah menjadwalkan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 dimulai pekan pendahuluan, seraya menunggu emergency use authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan, kendati sudah mempersiapkan vaksin, masyarakat tetap harus meningkatkan disiplin protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

“Pemerintah melihat ke depan, walau kita sudah persiapkan vaksinasi, namun vaksinasi itu membutuhkan tetap sebelum & sesudah itu peningkatan disiplin, ” ucapnya saat jumpa pers dengan virtual dari Kantor Presiden, Jakarta, Senin (4/1/2021).

Menurut Airlangga, kedisiplinan semua bagian adalah kunci untuk menekan nilai penularan virus corona. Karena tersebut, pemerintah akan terus mendorong pengembangan disiplin ini kendati telah mempersiapkan vaksinasi.

“Jadi pemerintah akan terus membakar peningkatan kedisiplinan masyarakat, ” imbuh Ketua Umum Partai Golkar itu.

“Dan kemudian tentu dari Pak Menkes sudah menyampaikan mengenai program vaksinasi itu. Dan Bapak Presiden tentu meminta kegiatan vaksinasi atau kedisplinan bangsa harus berjalan seiring, ” ungkap Airlangga.

Diwartakan sebelumnya, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyatakan, Indonesia membutuhkan 426 juta jumlah vaksin Covid-19. Jumlah ini terdiri dari vaksin yang akan digunakan untuk masyarakat dan 15 obat jerih untuk cadangan sebagaimana ketentuan Badan Kesehatan Dunia alias WHO.

“Dari 269 juta masyarakat Indonesia, kalau kita suka mengejar herd immunity usia di atas 18 tahun ada 188 juta, dari 188 juta itu kalau kita keluarkan yang mempunyai komorbid berat, kalau kita keluarkan yang pernah covid-19, kita keluarkan ibu hamil, dan kita keluarkan yang menjadi ekslusi, yang oleh sebab itu target vaksinasi adalah 181 juta rakyat, ” ujar Budi, Selasa 29 Desember 2020.

Budi menghitung tiap utama warga negara membutuhkan dua jumlah vaksin Covid-19. Sedangkan WHO juga sudah memberikan ketentuan bahwa pemerintah harus mempersiapkan 15 persen vaksin virus corona sebagai cadangan. Bila ditotal, maka jumlah vaksin yang dibutuhkan sebanyak 426 juta dosis.

“Dengan menebak bahwa satu orang membutuhkan dua dosis dan memperhitungkan guideline WHO kita persiapkan 15 persen cadangan maka total vaksin yang diperlukan ada sekitar 426 juta ukuran. Ini adalah jumlah yang betul besar, untuk itu pemerintah sudah berusaha keras untuk memastikan kita bisa mengamankan jumlah ini, ” jelasnya.

(kha)