Joe Biden: Demokrasi Telah Menang

0
41

PRESIDEN terbatas Joe Biden mengatakan kepada anak buah Amerika bahwa demokrasi telah lulus setelah para elektor di negeri itu memberikan suara yang mendaulat kemenangannya dalam pemilihan presiden bulan lalu.

Biden mengatakan, prinsip-prinsip pemerintahan Amerika dalam “ditekan, diuji, dan diancam”, namun tetap tangguh.

Dalam sebuah khotbah dari kota tempat tinggalnya, Wilmington, di Delaware, Biden berusaha mengolah rakyat Amerika untuk melewati kekisruhan kampanye pilpres dan penolakan Pemimpin Donald Trump untuk mengakui kekalahannya.

“Kalau masih ada yang tidak tahu sebelumnya, kita tahu kini. Yang berdetak jauh di dalam sanubari rakyat adalah Demokrasi, ” kata Biden. “Hak untuk didengar, agar bahana Anda dihitung, hak untuk mengambil pemimpin negeri ini. Untuk memiliki pemerintahan kita sendiri. ”

Setelah meraup 81 juta suara yang merupakan catatan rekor tersendiri, Biden berusaha membangun momentum sementara dirinya bersiap-siap buat memangku jabatan pada 20 Januari.

Hal itu dipersulit oleh penolakan Trump buat mengakui kekalahannya dan justru mengajukan tuntutan hukum yang tidak berpijak serta langsung ditolak oleh para hakim, termasuk para hakim pada Mahkamah Agung.

Meskipun tindakan Trump telah mengancam norma-norma demokratik yang paling hakiki, termasuk pengalihan kekuasaan secara tenang, Biden mengatakan, sistem pemerintahan Amerika tetap bertahan.

“Di Amerika, politisi tidak merebut kekuasaan, rakyatlah yang memberikannya pada mereka, ” kata Biden. “Api demokrasi telah dinyalakan di negara ini pada masa lalu. & sekarang kita tahu, tak ada kekuatan apapun, pandemi sekalipun, atau penyalahgunaan kekuasaan, bisa memadamkan elektrik itu. ”

Biden berjanji, “akan menjadi kepala untuk semua warga Amerika” serta akan bekerja sekeras mungkin bagus untuk mereka yang tidak memilih saya, maupun mereka yang memutuskan saya. ”

(kha. -)