Gratifikasi Nurhadi Diduga Digunakan untuk Beli Lahan Sawit hingga Tas Kaya

0
46

JAKARTA – Sebanyak uang dugaan hasil gratifikasi dengan diterima mantan Sekretaris Mahkamah Gemilang (MA) Nurhadi, disinyalir dialihkan ke sejumlah aset. Salah satu hasil gratifikasi Nurhadi, diduga digunakan untuk membeli lahan sawit hingga tas mewah merek Hermes.

Dimana, hal tersebut terungkap dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dalam dakwaan Jaksa, disebutkan bahwa Nurhadi dan menantunya menggunakan uang-uang tersebut untuk kepentingan pribadi, antara lain membeli pembelian lahan sawit di Padang Lawas sejumlah Rp2 miliar.

Kemudian, membeli beberapa tas merek Hermes sebanyak Rp3. 2 miliar. Selanjutnya, ada aliran uang yang mengalir ke rekening istri Nurhadi, Tin Zuraida dengan nilai total Rp75 juta.

“Pembelian mobil mewah jenis Land Cruiser, Lexus. Alphard beserta aksesoris sejumlah Rp4. 6 miliar, jam tangan sejumlah Rp1. 4 miliar, pembayaran hutang sebesar Rp 10, 6 miliar, berlibur ke luar negeri sebesar Rp598 juta, ” imbuh Jaksa KPK, Wawan Yunarwanto saat membacakan surat dakwaan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (22/10/2020).

Baca juga:

Berkas Penyidikan Nurhadi dan Menantunya Diserahkan ke JPU   

KPK Lekas Terbitkan Sprindik TPPU Mantan Sekretaris MA Nurhadi

KPK Kembali Sita Lahan Kebun Sawit Diduga Milik Nurhadi Seluas 33. 000 Meter   

Tak hanya itu, Jaksa Wawan juga merincikan, bahwa ada dugaan uang grarifikasi Nurhadi digunakan buat merenovasi rumah yang berlokasi di Jalan Patal Senayan No. 3B, Jakarta Selatan sejumlah Rp2. enam miliar serta kepentingan lainnya sekira Rp7, 9 miliar.

Kendati demikin, KPK maka saat ini belum menjerat Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono secara pasal Tindak Pidana Pencucian Kekayaan (TPPU). Sebab, KPK masih menelaah lebih dalam bukti petunjuk dengan sudah dikumpulkan.

“Terkait penerapan pasal TPPU, kira-kira bukti petunjuk sudah kami kumpulkan, namun lebih dulu akan ditelaah lebih lanjut terutama terkait secara unsur tindak pidana asal ataupun predicate crime dalam kasus tersebut, ” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi secara terpisah.