Gaya Medis Corona Berguguran, Ganjar: Semoga Pageblug Ini Segera Kita Lalui

0
92

Pokerrepublik 

– Tenaga medis menjadi bagian yang paling rentan terhadap penularan virus corona atau Covid-19. Mereka berada di garda terdepan untuk melakukan perawatan pasien. Apalagi, akhir-akhir ini ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD) kian menipis.

“Sekarang ini sudah terlalu penuh korban jatuh. Bahkan, tak sedikit tenaga medis yang berguguran, ” kata Gubernur Jawa Tengah Membalas Pranowo, Rabu (25/3/2020).

Baca Juga:   Penderita Positif Corona 893, Pemerintah Menghasut Masyarakat Tingkatkan Upaya Pencegahan 

Dia menodong masyarakat untuk bersatu melakukan kegiatan mencegah penyebaran Covid-19. Selain berdiam diri di rumah, warga juga mesti menjaga pola hidup segar, rajin cuci tangan, asupan makanan bergizi, serta istirahat yang cukup.

“Takdir memang menjadi rahasia Tuhan. Tapi ingat, Allah tidak akan mengganti nasib suatu kaum jika kita sendiri tidak berubah. Artinya kita harus berikhtiar, kita tidak boleh hanya diam dan pasrah dengan pandemi global, ” lugas dia.

“Karena tersebut, sayangi dirimu, sayangi keluargamu, bersama kita patuhi imbauan pemerintah, biar tidak semakin banyak air timbil tertumpah. Semoga pageblug (istilah Jawa yang berarti wabah penyakit) tersebut segera bisa kita lalui, ” terangnya.

Sekadar diketahui, sebanyak 10. 000 APD dari negeri pusat didistribusikan kepada 61 rumah sakit yang menangani kasus Covid-19 di wilayah Jawa Tengah. Tumpuan ini sebagai upaya melindungi gaya medis dari paparan virus corona.

Sebelumnya, ada pesan berantai melalui aplikasi WhatsApp yang menginformasikan, tiga dokter meninggal dunia karena terpapar virus corona. Tiga dokter itu yakni, dr Adi Mirsa Putra, dr Djoko Judodjoko, dan dr Hadio.

Baca Selalu:   Pasien Positif Corona di Indonesia Bertambah Jadi 893, Wafat 78 Orang 

Dalam pesan berantai tersebut, dr Adi Mirsa Putra dan dr Hadio dikabarkan meninggal negeri usai dirawat di RSUP Silaturahmi. Sementara dr Djoko Judodjoko diinformasikan sudah dibawa ke RSPAD. Selain itu, terdapat juga kabar kalau Guru Besar Epidemiologi FKM UI, Prof. DR. dr. Bambang Sutrisna, MHSc meninggal dunia di RSUP Persahabatan.