Eks Jampidsus Tepis Tudingan Aliran Uang Rp7 Miliar Terkait Kasus KONI

0
165

JAKARTA – Mantan Jaksa Agung Bujang Pidana Khusus (Jampidsus), M Terpakai Toegarisman menepis tudingan yang sudah dilontarkan oleh mantan asisten awak (Aspri), Menpora Imam Nahrawi, Miftahul Ulum. Tudingan itu terkait adanya dana ‘pengamanan’ Rp7 miliar dalam penanganan kasus dugaan korupsi sokongan hibah KONI yang ditangani pada Kejaksaan Agung (Kejagung).

“Itu tudingan yang sangat keji terhadap saya, fitnah. Ini bulan Ramadhan, demi Allah tidak tersedia itu seperti yang dituduhkan ke saya, ” ujar Adi zaman dikonfirmasi di Jakarta, Senin (18/5/2020).

Adi juga menegaskan tidak sudah ada orang yang menemui dirinya dan khusus membahas penanangan peristiwa Hibah KONI di Kejaksaan Luhur. Ditekankan Adi, apa yang dituduhkan yakni adanya uang senilai Rp7 miliar tidak benar alias fitnah yang sangat tidak berdasar.

“Saya juga tidak terang nama-nama yang disebut (Ulum-red), tersedia Ferry, Jusuf, Yunus, kenal saja tidak apa lagi bertemu, ” jelasnya.

Adi memaparkan kronologi penanganan perkara dugaan korupsi dana menyumbangkan KONI yang ditangani  Kejaksaan Mulia. Baca Juga:   Soal Dana Hibah, Eks Aspri Imam Nahrawi Sebut Tanda Achsanul Qosasi

Awal mulai perkara ini adanya pengaduan dari masyarakat, 16 Maret 2018. Lalu dilakukan penelitian oleh Kasubdit Ladumas sesuai tanggal 6 Juni 2018.

Setelah dilakukan telaah, kata Lazim Toegarisman, Direktur Penyidikan pada Jampidsus saat itu, Warih Sadono menyampaikan nota dinas kepada Jampidsus tertanggal 26 Juni 2018 tentang telaah atas laporan pengaduan. Atas nodis tersebut, Adi menyetujui untuk dikerjakan penyelidikan.

“Tanggal 9 Juli 2028 diterbitkan Sprinlid oleh Diriku dan dilaksanakan sesuai dengan SOP, ” ujarnya.

Setelah dilakukan penyelidikan, lanjut Adi, tim penyelidik melaporkan kepada Dirdik dengan saran agar perkara itu ditingkatkan ke tahap pendidikan. “Ini laporan tim penyelidik tanggal 17 September 2018, ” tegasnya.

Selanjutnya, tanggal 21 Febuari 2019 dilakukan ekspose hasil analisis yang hasilnya ditingkatkan ke tahap penyidikan. Hasil ekspose ini dikirimkannya nodis dari Dirdik saat tersebut (Asri Agung) kepada Jampidsus agenda 12 maret 2019.

“Begitu ada nodis tanggal 12 Maret 2019, tnggal 13 maret 2019 langsung saya setujui untuk ditingkatkan ketahap penyidikan, ” tegasnya.