DPR: Relaksasi Moda Transportasi Akan Melaksanakan Pemda Kebingungan

0
158

JAKARTA – Anggota Komisi V DPR RI, Irwan menilai rencana pemerintah pusat melakukan relaksasi transportasi akan membuat pemda kebingungan. Sebab, ia merasa beberapa pemda sedang mencari jalan keras menyetop pendatang masuk ke daerahnya di tengah pandemi virus corona atau Covid-19.

“Daerah semangatnya bagaimana membunuh mata rantai pandemi Covid-19. Sampai jalan tikus pun ditutup. Tetapi kemudian hari ini kita dipertontonkan lagi bagaimana tanggung jawab pemerintah terhadap penanganan Covid-19 ini betul-betul tidak serius, ” kata Irwan kepada Okezone, Sabtu (9/5/2020).

Menurut nya, dua bulan ke depan bakal menjadi puncak pandemi Covid-19 akan menjadi masa dengan sangat rawan bagi Indonesia bila tak ada ketegasan dari negeri pusat.

“Kita masih di lereng, kita sudah terlalu percaya diri untuk kemudian merelaksasi transportasi yang mana menjadi informasi penyebaran di luar Pulau Jawa karena longgarnya transportasi ini, ” katanya.

Ia mencontohkan, kejadian itu terjadi di Provinsi Kalimantan Timur, yang mana pasien positif Covid-19 tertular setelah berinteraksi dengan para pengembara.

“Di Kalimantan Timur semua yang positif tersebut karena dari luar. Ekonomi sungguh penting tetapi penyebab ekonomi semacam ini juga karena pandemi Covid-19. Saya berharap Pemerintah benar-benar fokus; sesuai kata dengan perbuatan, ” ujarnya.

Menyuarakan Juga:   Komnas HAM: Konten Ferdian Paleka Rendahkan Martabat Manusia

Politikus Partai Demokrat itu berharap Indonesia bisa melewati masa-masa kritis dari pandemi ini.

“Saya berharap bangsa ini bisa melewati karen akita masih di lereng belum melewati puncaknya, kalau relaksasi di kemudian hari berjalan berangkat besok; saya tidak tahu dengan jalan apa lagi ada penambahan-penambahan pasien pasti. Tentunya yang akan menjadi target adalah daerah-daerah di luar Jakarta, ” kata dia.

(aky)