Doni Monardo Sebut Pembuat Kerumunan Disanksi di Dunia dan Akhirat

0
34

JAKARTA berantakan Ketua Satuan Tugas (Satgas) Pengerjaan Covid-19, Doni Monardo mengutarakan bahwa setiap kegiatan yang menciptakan kerumunan sudah hampir pasti mampu menimbulkan penularan virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.

“Sejumlah aktivitas yang menciptakan kerumunan hampir nyata bisa menimbulkan penularan (Covid-19). Menulari dan tertular satu sama lainnya, ujar Doni dalam Konferensi Pers secara virtual dari Wisma Olahragawan Kemayoran, Jakarta, Minggu (15/11/2020).  

Di samping itu, Doni selalu mengingatkan bahwa para penyelenggara kegiatan yang menciptakan adanya kerumunan manusia pada masa pandemi akan memperoleh sanksi tegas, baik di dunia maupun di akhirat. Sebab, menggabungkan orang-orang dalam jumlah besar sehingga menimbulkan penularan penyakit hingga membuahkan kematian adalah perbuatan yang dilarang baik oleh pemerintah maupun keyakinan.

“Mereka yang menyelenggarakan kegiatan tersebut, nantinya bukan hanya mendapatkan sanksi di dunia oleh pemerintah, tetapi juga kelak dalam kemudian hari akan mendapatkan suruhan pertanggungjawaban oleh Allah SWT. Sebab tidak sedikit kegiatan-kegiatan yang membuat kerumunan itu menimbulkan penularan (Covid-19), ” tegas Doni.

Lebih tinggi, Doni juga mengingatkan bahwa Covid-19 dapat menjadi mesin pembunuh untuk mereka yang masuk dalam kategori usia lanjut, maupun mereka dengan memiliki penyakit penyerta atau komorbiditas.

Sebagaimana data Satgas Penanganan Covid-19, terdapat tren kejadian kluster keluarga yang meningkat sebab orang tanpa gejala yang menulari keluarganya di rumah, sehingga belakangan berujung fatal. Sehingga hal tersebut perlu diantisipasi agar ke depannya tidak terjadi hal serupa.

“Mungkin, bagi anak muda yang usianya relatif masih pada bawah 36 tahun, sehat, tidak ada komorbid, rata-rata adalah tanpa gejala kalau terpapar Covid-19. Tetapi, ketika mereka kembali ke rumah, ketemu dengan orang-orang yang dicintai, ketemu dengan saudara-saudaranya yang asing, yang punya komorbid, usianya sudah lanjut, maka risikonya sangat mematikan, ” jelas Doni.

Baca juga:   Pembagian Masker di Petamburan Bukan untuk Mengangkat Program

Adapun berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 tenggat delapan bulan terakhir, angka kejadian fatality rate dari penderita komorbid dan lansia telah mencapai 85 persen.