Boy Rafli Diharapkan Bawa BNPT Oleh karena itu Leading Sector Pemberantasan Terorisme

0
141

JAKARTA porakporanda Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi melantik Irjen Pol Boy Rafli Amar menjadi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menggantikan Komjen Pol Suhardi Alius.

Terkait hal itu, pengamat militer dari Institute For Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi memberikan beberapa catatan agar BNPT di bawah komando Boy Rafli menjadi lebih baik lagi ke depan.

“Sebagai penjuru penanggulangan terorisme, saat ini kerja BNPT dianggap masih sangat lekat dengan aktivitas-aktivitas penindakan yang dilakukan Polri. Padahal, itu hanya sebagian dari menyeluruh kerja penanggulangan terorisme, ” sebutan Fahmi kepada Okezone di Jakarta, Kamis (7/5/2020).

Menurut Fahmi selama ini ketika terjadi ulah teror, publik pun tak tepat menoleh pada BNPT. Publik lebih banyak mendengar pernyataan Polri ketimbang BNPT, bahkan ketika negara dituding kecolongan aksi terorisme, yang disebut bertanggung jawab justru BIN, tidak BNPT.

Baca serupa: Profil Irjen Boy Rafli Amar yang Kini Jabat Kepala BNPT

“Artinya, selama tersebut BNPT masih bekerja di bawah bayang-bayang lembaga lain. Padahal sepantasnya menjadi leading sector , ” ujarnya.

Dengan piawai yang dimiliki oleh Boy Rafli Amar, Ia berharap agar menjelma modal kuat baginya untuk membenahi BNPT dan menggalang dukungan bertambah besar bagi proposal pemberantasan terorisme yang akan ditawarkannya.

Hal itu bisa dimulai lantaran upaya membawa BNPT menjadi lebih terbuka terhadap kritik maupun evaluasi eksternal, serta tidak bersikap defensif dan ‘ngotot’, seperti yang semasa ini kerap ditunjukkan oleh sebesar petinggi BNPT terdahulu.

“Terutama berkaitan dengan minimnya kecakapan mitigasi, kurang efektifnya program-program deradikalisasi dan kontraradikalisasi, pun rehabilitasi, ” tutur Fahmi.