Berita Baik, Pasien Covid-19 Terlama dalam Bali Akhirnya Sembuh

0
113

DENPASAR – Emalia Mawar, pasien COVID-19 yang berhasil sembuh berbagi pengalamannya selama dirawat. Ada perasaan sedih dan ngeri ketika dalam diagnosa positif COVID-19.

Paradigma yang beredar pada masyarakat ketika positif COVID-19 merupakan penyakit yang berujung kematian. Selain itu, pasien positif COVID-19 selalu dianggap sebagai penular atau carrier bagi mereka. Stigma itu dengan berusaha ia lawan di mula untuk berusaha agar bisa sembuh dari COVID-19.

Melalui video berdurasi 3 menit, Emalia Mawar menuturkan, tidak sahih tertular dimana. Dua minggu sesudah kembali dari luar negeri, dia tidak pernah bertemu dengan orang lain kecuali dengan suaminya. Tetapi setelah ia dinyatakan positif, segenap anggota keluarganya di tes dan dinyatakan sehat.

Demam tinggi dan kepala tersuntuk menjadi awal kemunculan gejala. Dalam awal demam, tidak disertai batuk darah dan sesak.

Namun beberapa hari berikutnya ia mengalami batuk dan sesak nafas. Ia pun pergi ke RSUP Sanglah. “Saya cek darah dan rontgen thorax dikatakan langsung pneumonia, ” ungkapnya.

Setelah itu ia dianjurkan isolasi di rumah selama 5 hari. Namun tidak ada kemajuan di rumah. Ia kembali teristimewa ke RSUP Sanglah, kemudian di-swab. Swab pertama sudah terlihat kalau ia positif COVID-19, dan di hari itu juga ia diopname.

Selama 17 hari dirawat di Ruang Nusa RSUP Sanglah, lantai 2. Bisa dikatakan ia pasien terlama yang dirawat yaitu dari tanggal dua – 19 April.

Maka dari itu pada saat menerima pelayanan kesehatan dia sangat berterima kasih pada tabib dan perawat yang merawatnya sebab telah membuatnya sembuh dari COVID-19. Ia berharap masyarakat yang mengalami gejala sepertinya untuk segera memeriksakan diri ke rumah sakit.

Masyarakat yang sedang sehat, agar tetap di rumah, disiplin menggunakan masker dan basuh tangan. Karena hanya itu cara yang bisa dilakukan untuk mencegah tertular COVID-19.

(kha)