Beriktikad Hormati Sejarah AS, Pence Pastikan Pelantikan Biden Aman

0
52

WASHINGTON, DC porakporanda Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Mike Pence pada Kamis (14/1/2021) berjanji untuk menghormati sejarah negaranya dan memastikan pelantikan dan pergantian kekuasaan yang aman kepada Kepala terpilih Joe Biden.

Pernyataan Pence itu disampaikan delapan hari setelah pendukung Presiden Donald Trump menyerbu gedung Capitol dalam Washington.

MENGAJI JUGA: Belum Menjabat, Biden Sudah Terancam Pemakzulan di Kongres AS

Pence membuat maklumat itu sebelum mengikuti pengarahan kebahagiaan di markas besar Badan Tadbir Darurat Federal AS, dan semasa pertemuan dengan pasukan Garda Nasional yang menjaga Capitol, di mana Pence termasuk di antara para pejabat tinggi AS yang dipaksa bersembunyi selama serangan pekan lulus.

“Kami semua melakukan hari itu… 6 Januari. Dan seperti yang dijelaskan presiden kemarin, kami berkomitmen untuk transisi dengan tertib dan pelantikan yang tenteram. Rakyat AS berhak mendapatkan apa pun, ” kata Pence dalam acara publik pertamanya sejak pukulan di Capitol yang menyebabkan lima orang tewas.

“Dia (Trump) mengatakan Biden dan Wakil Presiden terpilih Kamala Harris hendak dilantik pada 20 Januari dengan cara yang konsisten dengan kenangan dan tradisi kita, dan dengan cara yang memberikan penghormatan kepada rakyat Amerika dan Amerika Konsorsium, ” ujar Pence.

Trump, yang tidak berencana buat menghadiri pelantikan, pada Rabu (13/1/2021) menjadi presiden pertama dalam kenangan AS yang dimakzulkan dua kala ketika 10 rekannya dari Golongan Republik bergabung dengan Partai Demokrat di Dewan Perwakilan Rakyat AS untuk menuduh Trump menghasut laku pemberontakan pada serangan pekan morat-marit.

BACA JUGA: FBI Tangkap Pria yang Membawa Bendera Konfederasi di Kerusuhan Capitol

Pence juga bertemu dengan puluhan pengawal di luar Capitol yang sudah terang benderang, berterima kasih kepada mereka karena telah memberikan keamanan “pada saat dengan begitu penting dalam kehidupan bangsa”.

Penampilan Pence yang dipentaskan dengan hati-hati pada Kamis tampak kontras dengan Trump, yang belum mengunjungi Capitol sejak serbuan itu. Dalam sebuah video dengan dirilis Rabu malam, Trump menyangkal adanya aksi kekerasan di Capitol.