Banten Rentan Jadi Tempat Transit dan Produksi Narkoba

0
130

TANGERANG – Provinsi Banten rupanya sedang menjadi jalur rawan untuk berantakan lintas peredaran narkoba antar daerah di Indonesia.

Para pengedar memanfaatkan berbagai modus untuk meloloskan barang haram itu. Pada kasus terakhir, Badan Narkotika Nasional Provinsi Banten (BNNP Banten) mengamankan 298 kilogram ganja asal Aceh. Tak hanya sebagai salur edar, Banten juga masih rentan sebagai tempat transit dan buatan.

“Dua hari dengan lalu kita mengungkap jaringan narkotika Aceh Jakarta dengan barang fakta kurang lebih 298 kg ganja. Ini membuktikan bahwa provinsi Banten masih rentan sebagai jalur tak hanya wilayah edar tapi jalan tempat transit dan juga buatan, ” ujar Kepala BNNP Banten, Brigjen Pol. Tantan Sulistiana, usai Apel dan Deklarasi Gerakan Beserta Anti Narkotika, di Lapas Klas I Tangerang, Jumat (3/7/2020).

Para pengedar tersebut bahkan memanfaatkan pandemi Covid-19 untuk menyelundupkan narkoba. Mereka kerap menggunakanjalur logistik dan media untuk penanganan Covid-19 yang jarang tersentuh amtenar kepolisian. Tak hanya itu, mereka juga kerap menggunakan modus penjelajahan untuk mengelabui petugas.

“Di masa pandemi mereka menggunakan jalur yang memang jarang tersentuh oleh aparat serupa, jalur logistik, jalur kesehatan serta sebagainya termasuk melalui jalur pengiriman. Ini yang sekarang kita awasi lebih ketat lagi, ” terang Tantan.

Saat ini BNNP Banten juga sudah bekerjasama dengan berbagai pihak untuk mendapatkan informasi mengenai peredaran narkoba di wilayah Banten. Masyarakat juga diminta ikut berpartisipasi dalam menganjurkan informasi jika ada aktivitas mencurigakan di sekitar lingkungan tempat tinggal. Hal ini tentunya bisa memudahkan aparat dalam memberantas peredaran narkoba.

“Pengungkapan kasus narkotika harus ada dukungan ataupun partisipasi dari masyarakat yaitu secara memberikan informasi. Kami pun sudah membentuk jaringan informasi di bintik rawan akses masuk ke provinsi Banten, ” pungkas Tantan.

Tak hanya itu, untuk mewujudkan kebijakan pemberantasan narkoba di Indonesia BNN juga berjalan sama dengan Kementerian Hukum dan HAM Wilayah Banten untuk langsung melakukan pembenahan untuk menanggulangi permasalahan peredaran narkoba dalam Lapas dan Rutan. Salah satunya adalah dengan Deklarasi Gerakan Bersama Anti Narkotik, dan menandatangani pakta integritas kontrak perang terhadap narkoba antar negara penegak hukum.

“Kita sudah berupaya bekerja pas dengan KUMHAM, salah satu wujud sejak pelaksanaan kegiatan, KUMHAM melakukan kesibukan hari ini dengan deklarasi & komitmen ini satu diantara bentuk pelaksanaan dari inpres 2 tahun 2020, ” ujar Tantan.

(kha)

Loading…