Anyar 10 Hari Bebas Berkat Corona, Habiburohman Tewas Ditusuk saat Tagih Utang

0
133

BANYUASIN porakporanda Gara-gara menangih utang, Habiburohman (37), seorang pria yang baru 10 hari bebas dari penjara berkah program asimilasi terkait pencegahan virus corona (Covid-19), tewas setelah menikmati luka tusukan senjata tajam.

Kapolsek Mariana, Kabupaten Bayuasin, AKP Agus Irwanto, melegalkan informasi tersebut. Menurutnya, peristiwa itu terjadi Kamis (16/4/2020) lalu dimana korban saat itu datang ke rumah tersangka Yudi Pranadjaya (35 tahun), di kawasan Talang Bali, Desa Sungai Rebo, Kecamatan Banyuasin I, Kabupaten Banyuasin.

“Korban ini diketahui pertama sekitar 10 hari bebas sebab penjara di Palembang. Saat itu, korban datang ke rumah simpulan hendak menagih utang sebesar Rp 500 ribu, ” katanya, Minggu (19/4/2020).

Dikatakan Agus, saat tiba di sendi tersangka, keduanya justru terlibat bercaran mulut. Sebab, saat itu, objek mengetuk pintu rumah dengan tulang, dan membuat tersangka yang zaman itu sedang tidur menjadi terpesona dan terbangun.

“Tersangka yang emosi lalu mengambil pisau di rumahnya cerai-berai tanpa banyak bicara mengejar & menusuk korban, ” katanya.

Akibat tusukan itu korban terjatuh di sekitar letak setelah mengalami empat luka tusuk di bagian dada dan punggungnya. Warga sekitar yang melihat perihal itu pun sempat mencoba menolong korban dengan membawanya ke Rumah Sakit Rivai Abdullah, Banyuasin. Namun, dalam perjalanan korban telah wafat dunia.

“Sementara untuk tersangka sendiri usai perihal itu langsung bersembunyi di kediamannya, ” katanya.

Kemudian petugas yang mendapatkan informasi langsung bergerak ke lokasi serta melakukan penangkapan atas tersangka. Selain itu, petugas juga mengamankan barang bukti sebilah pisau yang dipakai untuk menusuk korban.

“Tersangka mengaku khilaf, serta emosi karena ulah korban dengan mengetuk pintu dengan keras dan membuat tersangka yang saat tersebut sedang tidur menjadi terkejut, ” katanya.

Masa ini, tersangka sudah diamankan pada Mapolsek Mariana untuk pemeriksaan bertambah lanjut. Atas perbuatannya, yang bersentuhan akan dijerat dengan pasal 338 KUHP tetang tindak pidana pembunuhan dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara.

(kha)