Aktivitas Lempeng Mulai Stabil, Gempa Terusan di Bengkulu Mereda

0
86

BENGKULU – Pasca gempa doublet mengguncang Provinsi Bengkulu, pada Rabu 19 Agustus 2020, pagi hingga Jumat (21/8/2020), sekira pukul 17. 40 WIB, tercatat sebanyak 13 kali gempa susulan.

Di mana 10 gempa tektonik terjadi pada Rabu 19 Agustus 2020, 2 gempa tercatat di Kamis 20 Agustus 2020, serta 1 gempa tercatat pada Jumat (21/8/2020). Di mana gempa di hari ini dengan Magnitudo (M=) 4. 8.

Guncangan gempa itu terjadi dalam pukul 07. 39 WIB, beruang di episenter pada koordinat 4. 12 Lintang Selatan (LS) serta 100. 79 Bujur Timur (BT) atau berjarak 173 Barat Daya Kabupaten Bengkulu Utara, dengan kedalaman 10 Km.

PMG Ahli Muda Stasiun Geofisika Kepahiang, Bengkulu, Sabar Ardiansyah, mengucapkan pasca gempa utama pada 19 Agustus 2020, pagi, tercatat sebanyak 13 kali gempa. Untuk keadaan ini Bengkulu diguncang gempa 1 kali yang berpusat di Tangan.

 

Gempa di Bengkulu Utara, sampai Sabar, merupakan aktivtas Bagian Mentawai-Pagai yang masih aktif. Sehingga gempa susulan masih terjadi pada daerah Bengkulu dan sekitarnya. Walaupun demikian, besaran gempa lebih mungil dari gempa utama pada 19 Agustus 2020.

”Total ada 13 gempa susulan, hingga pukul 17. 40. Hari ini ada 1 gempa dengan berpusat di Bengkulu Utara, dengan Magnitudo 4, 8. Aktivitas Sesar Mentawai-Pagai masih aktif, ” sekapur Sabar saat dikonfirmasi Okezone, Jumat (21/8/2020).

Gempa susulan, jelas Sabar, di Bengkulu Utara, hari ini tidak sejenis dirasakan masyarakat Bengkulu Utara serta sekitarnya. Sebab pusat gempa cukup jauh, 173 Kilometer (Km) Barat Daya Bengkulu Utara.

Meskipun demikian, kata Setia, gempa susulan diprediksi akan langsung terjadi hingga dua hari kedepan. Namun, lanjut Sabar, aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia sudah mulai tetap. Hal ini dilihat dari gempa susulan yang sudah mulai mereda.

”Aktivitas lurus sudah mulai stabil. Sehingga gempa susulan sudah mulai mereda, ” pungkas Sabar.

(wal)