8 Mahasiswa ITS Buat Alat Laku Biji Kemiri, Petani Langsung Jualan Online

0
65

JAKARTA – Dukuh Pakuan, Kecamatan Narmada, Lombok Barat, memiliki sumber daya alam berbentuk tanaman kemiri yang berlimpah. Tetapi sayangnya belum termanfaatkan secara ideal.

Para petani menjual kemiri dengan harga Rp10. 000 sampai dengan Rp20. 000 semenjak kilo. Padahal, jika diolah bertambah lanjut bisa menghasilkan produk dengan bernilai.

Untuk memanfaatkan imbalan alam tersebut, tim Pengabdian pada Masyarakat (Abmas) dan tim Belajar Kerja Nyata (KKN) dari Bagian Teknik Mesin Industri, Fakultas Vokasi I nstitut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) membantu merancang alat pengolah biji kemiri menjadi minyak kemiri.

Teknologi Benar Guna ini dirancang oleh awak Abmas dan KKN yang terdiri dari delapan mahasiswa dibimbing oleh Dedy Zulhidayat Noor ST MT PhD dan diterapkan di Tempat Pakuan, Kecamatan Narmada, Lombok Barat. Delapan mahasiswa tersebut adalah Fitra Bagus Hendi Prabowo, Ngurah Gatot Saguna Wijaya, Mohamad Tedi Prasetiyo, Aditya Yoga Eka Nugraha, Diego Surya Dewangga, Wahyu Dwi Putranto, Rahmad Rahardian Dias Affandi, dan Amirah Cetta Elysia.

Baca Juga:   SNMPTN 2021, Cara Registrasi dan Verifikasi Akun di LTMPT

“Jika dibandingkan dengan kemiri yang sudah diolah terpisah dari cangkang dan juga menjual patra kemiri, maka para petani bakal lebih mendapatkan keuntungan yang gembung dengan memanfaatkan kekayaan alam secara optimal, ” ujar Aditya Yoga Eka Nugraha, salah satu tim Abmas, seperti dilansir dari laman ITS, Rabu (13/1/2021).

Lebih lanjut, mahasiswa yang dekat disapa Yoga ini menyampaikan kalau alat pengolah biji kemiri menjadi minyak kemiri dibuat dengan rencana proses manufaktur. Keunggulan alat tersebut, yaitu dapat memecah biji kemiri dengan jumlah banyak sekaligus dengan hasil yang bisa langsung diolah menjadi minyak kemiri.