3 Orang Sabet Penghargaan Pelapor Gratifikasi dari KPK

0
93

JAKARTA Persen Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan penghargaan pelaporan gratifikasi 2020 terhadap tiga orang. 3 orang itu terpilih karena telah menolak gratifikasi dan melaporkannya kepada lembaga antikorupsi.

Ketiga orang penerima penghargaan itu yakni pegawai PT Kereta Commuter Indonesia Wahyu Listyantara, penghulu KUA Cimahi Tengah Budi Ali Hidayat, dan kepala dinas di Kabupaten Mukomuko Apriansyah.

“Kami mengucapkan terima kasih, kami mengantarkan apresiasi yang setinggi-tingginya untuk kesadaran, untuk komitmen yang bersangkutan dalam menyampaikan laporan kepada KPK arah gratifikasi yang diterimanya, ” perkataan Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (8/12/2020).

Membaca Juga:     Ketua BPK Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap Proyek SPAM

Pada kesempatan yang sama, Deputi Pencegahan KPK Pahala Nainggolan mengungkapkan keterangan dipilihnya tiga orang tersebut. Yaitu untuk pegawai PT Kereta Commuter Indonesia Wahyu Listyantara telah mengadukan gratifikasi senilai Rp100 juta pada KPK yang ia terima meniti cek.

Lalu, untuk penghulu KUA Cimahi Sedang Budi Ali Hidayat, telah 84 kali melaporkan gratifikasi kepada KPK. Gratifikasi itu ia terima terkait tugasnya sebagai penghulu.

Sedangkan untuk kepala jawatan di Kabupaten Mukomuko Apriansyah, sudah melaporkan dugaan gratifikasi dari kontraktor berupa pengaspalan jalan di ajaran rumahnya secara gratis. Apriansyah lalu melapor ke KPK dan menyetor uang Rp 17 juta yang nilainya setara dengan pengaspalan bulevar tersebut.

Baca Serupa:     Geledah Kantor Kemensos, KPK Sita Dokumen Terkait Uang sogok Bansos Covid-19 

Pahala pun menyebut bahw institusi yang dinaungi tiga orang tersebut betul beruntung. Karena memiliki pegawai-pegawai yang berintegritasi.

“Bahwa ada tiga orang tahun ini yang kita pikir sangat luar biasa karena kita bilang dengan individu Organisasinya harusnya beruntung, karena ada individu yang kita bilang begini kalau pinter kita bisa belajar tapi kalau jujur itu melekat, ” jelasnya.

(Ari)