228 Napi Bandar Narkoba Dipindahkan ke Nusakambangan

0
149

JAKARTA berantakan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan pindahkan 228 narapidana bandar narkoba ke Lapas Super Maksimum Nusakambangan. Mereka datang dari tiga wilayah, DKI Jakarta, Yogyakarta, dan Jawa Barat.

“Telah dipindahakan 228 Narapidana Bandar ke Lapas Super Maksimum Nusakambangan, berasal dari 3 provinsi, yaitu DKI Jakarta, Yogyakarta dan Jawa Barat, ” ujar  Penasihat Jenderal Pemasyarakatan, Reynhard Silitonga pada keterangan tertulisnya, Sabtu (18/7/2020).

Reynhard menyampaikan bahwa sebelumnya telah dilakukan 3 tahap pemindahan. Tahap baru 41 orang, tahap kedua 44 orang dan tahap ketiga 31 orang. Total narapidana dari 3 tahap pemindahan tersebut adalah 75 orang, yang merupakan narapidana bandar narkotika dari wilayah DKI Jakarta. Sedangkan Yogyakarta telah memindahkan 22 orang narapidana.

“Dan pada hari ini wilayah Jawa Barat telah memindahkan 90 narapidana bandar ke Lapas Nusakambagan, dengan ditempatkan di 3 lapas Super Maksimum dan Maksimum, yaitu Lapas Karang Anyar, Lapas Narkotika serta Lapas Batu, ” ungkap Reynhard.

Baca Juga:   Ditangkap Pakai Sabu, 3 Pilot Direhabilitasi di RSKO Cibubur

Ia pun menyebutkan rincian asal lapas di Jawa Barat yang telah mrmindahkan narapidananya, yaitu Lapas Kelas I Cirebon 23 orang, Lapas Gintung sebanyak 12 orang, Lapas Narkotika Gunung Sindur 13 orang, Lapas Banceuy 22 orang dan 15 orang dari Lapas Karawang. 10 orang di antaranya dihukum seumur hidup dan 5 orang hukuman mati.

“Sehingga total sudah 228 tahanan bandar telah kami pindahkan ke Lapas Super Maksimum dan Maksimum di Nusakambangan sejak tanggal 5 Juni 2020, ” ucap Reynhard.

“Dan ini jadi wujud dan komitmen tegas ana untuk memberantas narkotika dari dunia Indonesia, khususnya di Lapas dan Rutan, ” tambahnya.

Narapidana bandar narkoba ini ditempatkan di Lapas Super Maksimum dengan tipe one man one cell. Sedangkan Proses pemindahan dilakukan dengan protokol kesehatan penanganan Covid-19 itu berjalan aman dan lancar.

“Semoga dengan pemindahan ini akan mengurangi peredaran narkotika dalam Indonesia, negara kita tercinta, ” pungkas Reynhard.

(Ari)

Loading…